Seorang Lelaki Edarkan Shabu di Ciduk Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten

Laporan: Edy Junaedy

LEBAK. Poskota.net – Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten kembali mengungkap kasus peredaran Narkotika jenis Shabu di daerah hukum Polres Lebak, Polda Banten.

Seorang Laki-laki inisial AA (34 tahun), Wiraswasta, Warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak diamankan Sat Resnarkoba Polres Leba berikut barang buktinya.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K. melalui Kasat Resnarkoba AKP Ilman Robiana,SH. kepada awak media membenarkan kejadian tersebut, “Ya benar, Sat Resnarkoba Polres Lebak telah berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis shabu di Wilayah Kabupaten Lebak,” ucap Ilman, Sabtu (02/10/2021).

Kasat Resnarkoba menjelaskan, Pelaku inisial AA (34 tahun), laki-laki, Wiraswasta, Warga Kecamatan Cibadak berhasil di amankan pada hari Rabu (29/09/2021) berikut barang bukti, 1 (satu) bungkus bekas rokok yang terdapat 1(satu) bungkus plastik bening berisikan Shabu berat 0,35 gram, 1 (satu) bungkus plastik bening besar berisikan Shabu seberat 5,8 gram, 1 (satu) unit handphone merk xiomi.

  • “Pelaku merupakan residivis narkoba karena sudah berulangkali melakukan tindak pidana tersebut dan sebelumnya sudah pernah ditangkap dengan kasus yang sama,” ungkapnya.
  • “Pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Th. 2009 tentang narkotika ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup atau dua puluh tahun penjara,” tegasnya.

  • “Kami mengajak kepada seluruh Komponen masyarakat baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mari kita bersama-sama memberantas dan memerangi peredaran Narkoba di Wilayah Kabupaten Lebak, karena akan merusak generasi bangsa,” ajak Ilman.
  • “Narkoba tidak memandang usia , tidak memandang kalangan, informasikan apabila ada didaerahnya yang terjadi peredaran narkoba, Stop Narkoba,” tutupnya.

Red: Jun/Erwin

Sebut Wartawan Oteng-oteng di Sosmed, M Diamankan Satreskrim Polres Karawang

Laporan : Sumurung S

KARAWANG, Poskota.Net  – Satreskrim Polres Karawang, Polda Jawa Barat, mengamankan M terduga pelaku penghinaan terhadap profesi jurnalis, Rabu (29/9/21). Kegiatan press release digelar di Mapolres Karawang.

Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana menyampaikan terduga M adalah seorang ASN. “Pekerjaan M adalah ASN,” ujar Oliestha.

Selanjutnya, Oliestha menyampaikan terduga M melanggar UU ITE Pasal 27 ayat 3 berkaitan dengan postingan atau memuat video yang bernada penghinaan. “Yang bersangkutan pada 29 September 2021 melakukan repost sebuah video dengan sebutan _’Oteng-oteng’_ yang diposting di Facebook milik pribadinya,” jelas Kasat Reskrim.

Lalu, teman-teman media yang ada di Karawang melaporkan perihal postingan tersebut ke Polres Karawang. Tim Reskrim Polres Karawang segera melaksanakan serangkaian kegiatan terhadap terduga pelaku dan langsung diamankan ke Polres Karawang.

“Jika terduga pelaku terbukti bersalah, maka pelaku akan dijerat dengan kurungan 4 tahun penjara,” papar Oliestha.

Dalam press release tersebut, terduga pelaku M menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar wartawan atau seluruh jurnalis di Indonesia atas postingan tersebut pada media sosialnya. M menyadari hal tersebut tidak dibenarkan karena belum jelas kebenarannya.

“Saya selaku terlapor memohon maaf atas postingan tersebut, dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menggunakan sosmed dengan bijak,” tutur M.

Saat dikonfirmasi ia seorang ASN atau bukan, M mengaku bukan ASN tapi seorang wirausaha. “Saya tidak bekerja, tapi wirausaha,” jelas M kepada awak media.

Sebelum menutup press release, Kasat Reskrim menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pembuktian dengan menghadirkan ahli ITE, Ahli bahasa, dan Ahli pidana. “Selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan dengan mengundang ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli ITE. Untuk perkembangan selanjutnya akan segera dikabarkan,” pungkasnya.

Napolean Bonaparte Sang Penganiaya M. Kece Terancam 5,5 Tahun

Laporan : Sumurung S

JAKARTA, Poskota.Net – Irjen Napoleon Bonaparte resmi berstatus tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Kece di Rutan Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto menegaskan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

“Sudah (tersangka) menurut laporan hasil gelar perkaranya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/9).

Napoleon diduga melanggar Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Ancaman hukumannya, penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Pada Selasa (28/9), Napoleon menjalani pemeriksaan yang cukup panjang, yaitu hingga 10 jam. Kemudian, mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditempatkan di sel isolasi terpisah dari tahanan lain.

Pelaku Begal korban Mahasiswa di Tangkap Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten

Laporan: Edy Junaedy

LEBAK. Poskota.net – Kurang dari 24 jam, Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten berhasil ungkap kasus Curas (Pencurian dengan Kekerasan) yang terjadi di Area WiFi Corner belakang PT. Telkom Rangkasbitung Jalan Letnan Muharam Kelurahan MC. Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (18/9/2021) pukul 01.00 wib dengan korban dua orang Mahasiswa Inisial MA (20 Thn) dan PC (19 Thn) Warga Kecamatan Rangkasbitung yang sedang mengerjakan tugas kampus dengan memanfaatkan Wifi gratis PT. Telkom.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Indik Rusmono,SIK,M.H. dalam press Conferencenya di Mapolres Lebak, mengatakan, “Kurang dari 24 jam, Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten berhasil mengungkap Kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada hari Sabtu (18/9/2021) pukul 01.00 WIB di Area WiFi Corner belakang PT. Telkom Rangkasbitung Jalan Letnan Muharam Kelurahan MC. Barat Kecamatan, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,” Ujar Indik (20/09/2021).

  • “Atas kejadian tersebut Korban atau pelapor yang merupakan dua orang Mahasiswa Inisial MA (20 Thn) dan PC (19 Thn) Warga Kecamatan Rangkasbitung melaporkan ke Polres Lebak,” lanjut Indik.

Berdasarkan Laporan tersebut Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan berhasil mengungkap kasus tersebut

  • “4 (empat) Pelaku berhasil di tangkap Sat Reskrim yang terdiri dari 3 ( Tiga) Pelaku Curat inisial EH (29thn), DM (21 Thn), MB (24 Thn), dan Satu Pelaku Penadahan inisial SH (36 thn),” ungkap indik.

  • “Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti 2 (dua) unit Sepeda motor merk Yamaha Mio JT dan Merk Suzuki Smash warna biru, 2 ( dua) unit Laptop merk Asus dan Merk HP, 2 ( dua) unit Handphone merk Realme 5 Pro dan merk X series, 1(satu) buah senjata tajam berupa golok,” tambahnya.
  • “Karena Pelaku melakukan perlawanan kepada petugas, pelaku dilakukan penindakan tegas secara terukur,” tegas indik.
  • “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara,” tutupnya.

Red: Jun/Erwin