Laporan Juniardi
Kota Tangerang // poskota.net. Setelah sempat menjanjikan kepada warga masyarakat Selapajang Jaya Kecamatan Neglasari, bahwa Dinas PUPR Kota Tangerang akan Perlihatkan denah gambar , Selasa (11/10/22) kemaren, ternyata ingkar.
Warga Selapajang Jaya hanya ingin keterbukaan terhadap proyek peningkatan Jalan Marsekal Suryadharma terkait denah gambar awal dari pihak Dinas PUPR Kota Tangerang untuk membuktikan mekanisme pembuktian kerja dilapangan.
Sebelumnya Peningkatan Jl. Marsekal Suryadharma yang dibiayai dari APBD Kota Tangerang dengan Nilai cukup besar yakni Rp. 3.222.148.616,97 DAK, dan warga menilai pelaksanaan pekerjaan tidak transparan dan terkesan sembrawut.
Makin hari, kontra diktif tersebut semakin gaduh lantaran ketidak puasan warga untuk mendapatkan informasi, sehingga warga menuding pihak Dinas PUPR, Konsultan dan Kontraktor yang tidak profesional dalam melakukan pekerjaan Peningkatan Jl. Marsekal Suryadharma yang diluar logika.
Padahal sebelumnya warga masyarakat dengan unsur tersebut telah menempuh musyawarah, namun apa yang diminta terkait denah gambar sampai saat ini Dinas PUPR tidak memberikan atau memperlihatkan sesuai yang diucapkan pada musyawarah yang dilakukan di salahsatu rumah tokoh setempat beberapa waktu lalu itu.
Diketahui Undang-Undang No14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggarisbawahi dengan tebal bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Sejak hari Selasa sampai sekarang hanya janji saja mau memberikan desain denah gambar proyek yang asli. Kemarin Pak Toto (Dinas PUPR) janji hari Kamis ini mau ngasih tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya”, Ujar
DR. H Abdulrahman LC.M.SH selaku tokoh pemuda Selapajang Jaya.
Lanjutnya, Padahal masyarakat meminta desain denah yang aslinya agar bisa mengontrol dan mengawasi pembangunan jalan marsekal suryadharma, tegasnya.
Apa misteri dibalik ini semua sehingga pihak Dinas PUPR tidak komitmen kepada warga untuk memberikan denah gambar sehingga berlarut-larut tiada kepastian, sedangkan denah gambar yang diberikan produk Cv. Grecia Mangun Jaya, di duga tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
Namun dengan demikian kepuasan warga masyarakat tidak terakomodir atas aspirasi yang disampaikan, kepada pihak Dinas PUPR, Konsultan dan Kontraktor terkesan menyembunyikan sesuatu misteri, dengan pelaksanaan peningkatan jalan yang telah dikomplain warga dimana sebelumnya, pembongkaran jalan yang masih layak pakai lalu dibangun kembali dan bukan perbaikan jalanan yang dianggap rusak, wallohu’alam.





































































