Laporan H.Charles Pardede
Tapanuli Tengah, Poskota.net-Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara mulai heboh membahas siapa Bakal Calon Bupati Tapteng periode 2024-2029 baik di jagad media sosial tengah dilanda kehebohan menyusul munculnya sosok Wartawan Poskota yang bertugas di Kabupaten Tapanuli, Ramalan Simanjuntak (52) yang namanya belum begitu populer di dunia perpolitikan Tapteng untuk bertarung di Pilkada serentak bulan November 2024.
Dari sekian bakal calon tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan latar belakang yang berbeda. Mereka saat ini dikabarkan tengah menyusun berbagai strategi dan taktik, untuk memperebutkan kursi kepemimpinan di Tapanuli Tengah berjuluk Negeri Sejuta Pesona.
Salah satu Bakal Calon yang mencuri perhatian adalah Ramalan Simanjuntak, seorang Kuli Tinta yang mengusung tema “Beta Rap Paturehon Tapteng”. Ia mengklaim akan di usung dari Partai Politik dan akan mendapat dukungan luas dari masyarakat umum.
Walau sudah mendapat signal dari masyarakat, Ramalan Simanjuntak akan tetap masih akan mempelajari sistem perpolitikan dan akan membuat strategi lebih matang lagi menghadapi rival politiknya yang saat ini sebagai pemenang Pemilu 2024 dan akan melirik Calon Wakilnya yang benar-benar memiliki popularitas, elektabilitas baik dari kalangan ASN maupun sosok tokoh masyarakat yang bisa menjadi penganyom.
Nama Ramalan Simanjuntak seorang jurnalis kini menarik perhatian publik. Dengan latar belakang pengalaman hidupnya yang banyak mengeluti dunia pertanian, perkebunan dan terakhir ini aktip sebagai awak media, nama Ramalan masuk bursa calon bupati dari kalangan Jurnalis.
Kendati demikian, tantangan utamanya Ramalan belum memiliki kendaraan politik yang bakal mengusungnya, dan namun dia optimis bakal mendapat dukungan dari Partai Golkar Tapteng, yang dimana Ramalan merupakan salah satu di struktur Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Tapteng meski popularitas dan elektabilitasnya belum meningkat. Terutama pergerakan dari dukungan senyap dari relawan mulai bermunculan .
Ramalan Simanjuntak yang di wawancarai awak media ini di Desa Sihadatuon Kecamatan Sukabangun Kabupaten Tapteng pada Selasa (26/3/2024) menyebutkan, ” kita pasti yakin di Pemilukada Tapteng 2024 ini pastilah sengit dan tajam, kenapa saya katakan demikian.Karena kita yakin Sosok calon Bupati Tapteng 2024 ini nantinya bukan orang sembarangan dan orang sangat di takuti di Tapteng selama ini.
“Jadi kita perlu mempelajari dulu sitem politik yang dia bangun sekarang ini dengan memunculkan dua nama Calon Bupati, yang satu mantan Wakil Bupati Tapteng dan berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara saat ini”, jelasnya.
Dan ada satu lagi anggota DPRD dan dirinya mengatakan siap mencalonkan diri sebagai calon Bupati dan dia (red) menjumpai saya dan dia mengaku akan ikut mencalon sebagai Calon Bupati Tapteng dan akan berpasangan dengan orang nomor satu di kursi parlemen saat ini,” ungkap Ramalan.
“Jadi kita perlu pahami dan cari dulu informasi secara akurat dengan dimunculkannya dua nama calon bupati, yang dimana kita ketahui kedua orang itu merupakan bernaung di partai yang sama dan bertuan yang sama, jadi kita harus benar-benar pelajari sistem perpolitikan semacam apa yang akan dimainkan orang dibelakang kedua kandidat Bacalon Bupati itu,” ujarnya.
Disinggung siapa kedua oknum itu, Ramalan Simanjuntak mengatakan,” kedua oknum itu adalah DS dan JS.Sementara kita paham, si JS dan si DS adalah kroni dari mantan Bupati, yang perlu kita pelajari apakah tuannya benar-mendukung mereka di Pilkada nantinya dan atau ada intrik politik lain yang di mainkan oleh tuannya, nah ini yang perlu kita telisik,” beber Ramalan.
“Bila kita ikut mencalon ya harus menang dan bukan sekedar Calon Bupati, karena kita tau tuan si DS dan JS adalah orang yang licik dan maniac, Karena berbagai info yang kita peroleh tuan si DS dan JS yang akan siap maju dan hanya membuat DS dan JS sebagai calon bupati boneka, dan tua mereka akan mendaftar di injure time ke KPUD Tapteng dan siap melakukan serangan pajar diatas 1.000.000 persatu suara agar dipilih masyarakat.Strategi yang di siasati tuan si DS dan JS adalah strategi politik Indentitas yang dimana Tapteng ini adalah masyarakatnya mayoritas dan lantas dengan dimunculkannya DS dan JS agar membuat calon dari mayoritas gentar mencalon,” ujarnya secara diplomatis.
“Sementara mantan Bupati Tapteng yang saat ini masih disegani dan ditakuti oleh mereka-mereka itu, tampilnya DS dan JS dengan pengkondisian tuannya, jadi dengan keunggulan pengetahuan mantan Bupati Tapteng dan jaringan yang dimilikinya.Jadi dengan ini kita harus benar-benar mempelajari dulu strategi matangnya dan baru kita ikut bertanding dan kalau hanya tuanya di jadikan menjadi rival kita, saya paling siap bertarung merebut hati masyarakat Tapteng bertanding dengan tuan si DS dan JS,” pukasnya.
Kata Ramalan Simanjuntak dirinya sudah siap maju sebagai calon bupati, meskipun dihadapkan pada tantangan berat dengan dimunculkannya DS dan JS oleh tuannya, walau kita belum mendapatkan dukungan dari partai politik. Hingga saat ini belum dipastikan apakah dirinya memakai jalur perseorangan atau diusung parpol.
Sementara Ketua DPD Partai Golkar Tapteng, Joneri Sihite, SE yang diminta tanggapannya menyebutkan, ” pada Pilkada 2024 DPD Partai Golkar Tapteng akan mengedepankan kader untuk diusung sebagai calon Bupati Tapteng yang berpotensi terpilih dan menang, apa lagi saat ini DPP Partai Golkar telah membentuk tim surve tentang dukungan pengantaran pasangan Gubernur/Walikota/ Bupati,” katanya.
Nantinya Golkar Tapteng harus membangun koalisi yang bertujuan mengusung kader sebagai Calon Bupati, saat ini hanya baru Ramalan Simanjuntak yang menyatakan siap mau mencalonkan diri sebagai Calon Bupati, dimana beliau benar sebagai Dewan Pertimbangan Partai DPD Golkar Tapteng,” kata Caleg terpilih dari Dapil III Tapteng ini.
Dikarenakan Golkar Tapteng tidak dapat mengusung pasangan Calon Bupati, dikarenakan hasil pemilu 2024 lalu Golkar Tapteng hanya memperoleh jumlah kursi sementara sebanyak 5, tapi kita akan yakin bisa membangun Koalisi dengan PDI Perjuangan, Grindra, PAN guna mengusung Calon Bupati,” cetus Joneri.
Para pengamat politik pun memperkirakan bahwa Pilkada Tapteng tahun ini akan menjadi pertarungan sengit dan panas antara kekuatan politik yang berbeda, baik dari kalangan independen maupun partai politik. Dukungan dari masyarakat, popularitas, dan jaringan politik akan menjadi faktor penentu bagi calon bupati untuk dapat





































































