Laporan : Yudi Ahyadi
BEKASI,poskota.net- Ketua Rukun Warga Bekasi H.Junaedi Abdilah membantah dirinya dianggap kurang mewakili aspirasi para pedagang pasar baru Jati Asih mengenai lokasi Pasar Baru Jati asih yang strategis di jantung Kota Bekasi
Justru dia mengatakan RWP adalah Rukun warga pasar sifat nya renungan warga yang dipilih oleh warga pasar sifat nya independen tidak terbatas. RWP bukan ASN atau pegawai negeri yang sifat nya sosial tidak ada gaji atau honor dari siapa pun hanya membantu kepala unit pasar dalam menyampaikan aspirasi pedagang ke pemerintah pusat dalam hal ini ke unit pasar.
“Aspirasi pedagang sudah kami sampaikan ke rapat rapat yang diperlukan sudah kami jalankan diadakan, mereka semua juga diundang,” ungkap Haji Junaidi kepada poskota.net
Menurut Kepala Unit Pasar Baru Jati Asih Maman Suparman bahwa semua proses menuju revitalisasi sudah dilakukan tinggal satu tahapan lagi yaitu lelang aset. Ini tinggal eksekusi saja, tempat penampungan sementara (TPS) pun sudah lama disiapkan, tetap ada kekurangan tinggal sedikit lagi sambil jalan kita percantik, dibagusin.
“Tahapan selanjut nya sudah kita lalui nanti pastinya ada lagi pemberitahuan selebaran secara lisan karena bagaimanapun ya TPS harus ditempati,” terangnya.
Pihaknya menyadari psikologis pedagang apalagi yang sudah bayar DP pasti minta kepastian. Semua yang sudah kasih uang DP dan yang belum kasih DP juga minta kepastian.
“Kalau itu terjadi tentunya kami yang pertama kali akan jadi sasaran mereka, akan tidak percaya lagi,” papar kepala Unit Pasar jati asih maman suparman kepada.poskota.net.
Saat ditemui dikantor nya ditegaskannya pada inti nya kami ini mewakili pemerintah Kota Bekasi menginginkan semua nyaman, tidak masing masing punya kepentingan
“Saya ingin pedagang nyaman sehingga revitalisasi ini berjalan baik ujar maman menjawab keresahan pedagang,” tandasnya.





































































