Posal Pangandaran Berikan Pembekalan Bidang Maritim dan Pengenalan Pos TNI AL Pangandaran Kepada Siswa SMKN 1 Pangandaran

Laporan : Erwin Silitonga

Bandung, Poskota.Net – Lanal Bandung dalam hal ini Posal Pangandaran memberikan Pembekalan Bidang Maritim dan Pengenalan Pos TNI AL Pangandaran, bertempat di Lapangan Mako Posal Pangandaran, Senin (11/10/2021).

Kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan Diklatkarsa (Pendidikan Latihan Karakter Bangsa) SMKN I Pangandaran kepada 60 orang Siswa SMKN I Pangandaran yang dipimpin Guru Pembina Bidang Kesiswaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Posal Pangandaran, para pendamping dan para Pembimbing serta Senior.

Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa Periode Tahun 2021 – 2027 Di Kec. Jatigede Kab. Sumedang

Laporan : M. A. Rahmat Setiawan

Sumedang, Poskota.net
Nomor Urut Calon Kepala Desa pada Pilkades Serentak 2021 dilaksanakan Senin (11/10/2021) mulai pukul 08.00 WIB bertempat di masing masing Sekretariat Pemilihan Kepala Desa Se- Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Forkopimcam Jatigede, Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua Panitia Pilkades beserta anggota, Ketua BPD beserta anggota dan Para Calon Kepala Desa Periode Tahun 2021 – 2027

Ada 8 Desa yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Jatigede yaitu
1. Desa Cijeungjing
2. Desa Kadujaya
3. Desa Karedok
4. Desa Cipicung
5. Desa Mekarasih
6. Desa Jemah
7. Desa Lebaksiuh
8. Desa Kadu

Berikut hasil pengundian nomor urut dan Identitas Calon Kepala Desa periodeTahun 2021 – 2027 di masing masing Desa Se- Kecamatan Jatigede yaitu

1. Desa Cijeungjing
A. Nomor Urut 1
Nama : SARKI, S.Sos, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 21 Maret 1960, Pekerjaan : Pensiunan, Alamat : Dusun Cijeungjing RT 07 RW 03 Desa Cijeungjing Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : UJANG HIDAYAT, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 01 Desember 1963, Pekerjaan : Karyawan Swasta, Alamat : Dusun Cijeungjing RT 04 RW 02 Desa Cijeungjing Kec. Jatigede Kab. Sumedang
C. Nomor Urut 3
Nama : ATIT CASMIATI, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 16 Nopember 1971, Pekerjaan : Kepala Desa, Alamat : Dusun Cijeungjing RT 03 RW 01 Desa Cijeungjing Kec. Jatigede Kab. Sumedang

2. Desa Kadujaya
A. Nomor Urut 1
Nama : UDIN SAEPUDIN, Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 07 Maret 1964, Pekerjaan : Pensiunan BUMN, Alamat : Dusun Parakankondang RT 11 RW 03 Desa Kadujaya Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : YEYET NURKAYATI, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 04 Nopember 1974, Pekerjaan : Honorer, Alamat : Dusun Parakankondang RT 11 RW 03 Desa Kadujaya Kec. Jatigede Kab. Sumedang

C. Nomor Urut 3
Nama : ODIK ISMANTO, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 14 April 1966, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Cihideung RT 03 RW 01 Desa Kadujaya Kec. Jatigede Kab. Sumedang
D. Nomor Urut 4
Nama : NANDI SUPRIATNA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 24 Maret 1968, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Tolengas RT 03 RW 01 Desa Tolengas Kec. Tomo Kab. Sumedang

3. Desa Karedok
A. Nomor Urut 1
Nama : INTAB WIKARYA PUTRA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 18 Januari 1958, Pekerjaan : Pensiunan, Alamat : Dusun Karedok RT 17 RW 05 Desa Karedok Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : WALUYO, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 25 September 1965, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Karedok RT 05 RW 02 Desa Karedok Kec. Jatigede Kab. Sumedang
C. Nomor Urut 3
Nama : UJANG RUHIYAT, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 11 Mei 1970, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Karedok RT 13 RW 04 Desa Karedok Kec. Jatigede Kab. Sumedang
D. Nomor Urut 4
Nama : ASEP DARMAWAN, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 05 Juni 1977, Pekerjaan : Karyawan Swasta, Alamat : Dusun Licin RT 03 RW 04 Desa Licin Kec. Cimalaka Kab. Sumedang
E. Nomor Urut 5
Nama : SUTISNA, S.Pd, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 24 Juli 1960, Pekerjaan : Pensiunan, Alamat : Dusun Karedok RT 09 RW 03 Desa Karedok Kec. Jatigede Kab. Sumedang

4. Desa Cipicung
A. Nomor Urut 1
Nama : OOM SETIANA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 21 April 1979, Pekerjaan : Mengurus Raumah Tangga, Alamat : Dusun Cihanyir Tonggoh RT 02 RW 02 Desa Cipicung Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : SARSIM, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 06 Juli1956, Pekerjaan : Pensiunan, Alamat : Dusun Cihanyir Landeuh RT 03 RW 03 Desa Cipicung Kec. Jatigede Kab. Sumedang
C. Nomor Urut 3
Nama : DIO, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 06 Oktober 1969, Pekerjaan : PNS, Alamat : Dusun Cihanyir Landeuh RT 02 RW 03 Desa Cipicung Kec. Jatigede Kab. Sumedang

5. Desa Mekarasih
A. Nomor Urut 1
Nama : CECEP SURYANA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 18 Januari 1977, Pekerjaan : Kepala Desa, Alamat : Dusun Sukamulya RT 17 RW 06 Desa Mekarasih Kec. Jatigede Kab. Sumedang

B. Nomor Urut 2
Nama : DIHARYA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 01 Januari 1952, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Ciboboko RT 05 RW 03 Desa Mekarasih Kec. Jatigede Kab. Sumedang
C. Nomor Urut 3
Nama : S. ADI WIJAYA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 05 Februari 1974, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Citerus RT 04 RW 02 Desa Lemahputih Kec. Lemahsugih Kab. Majalengka
D. Nomor Urut 4
Nama : MOH ARIFIN, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 13 Agustus 1952, Pekerjaan : Pensiunan, Alamat : Dusun Sukamulya RT 17 RW 06 Desa Mekarasih Kec. Jatigede Kab. Sumedang
E. Nomor Urut 5
Nama : TAHYA BUDIMAN, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 12 Maret 1982, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Ciboboko RT 06 RW 03 Desa Mekarasih Kec. Jatigede Kab. Sumedang

6. Desa Jemah
A. Nomor Urut 1
Nama : TURYANA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 08 Januari 1964, Pekerjaan : Kepala Desa, Alamat : Dusun Burujul RT 01 RW 03 Desa Jemah Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : IDEN SAEPULOH, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 02 Juli 1969, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Bakom RT 01 RW 01 Desa Jemah Kec. Jatigede Kab. Sumedang
C. Nomor Urut 3
Nama : SUHENDAR GANDA PUTRA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 28 Juli 1991, Pekerjaan : Karyawan Swasta, Alamat : Perum Griya Pratama Sumedang Blok F. No 17 RT 02 RW 11 Desa Tarunamanggala Kec. Cimalaka Kab. Sumedang

7. Desa Lebaksiuh
A. Nomor Urut 1
Nama : AGUS JUANDA, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 10 Agustus 1971, Pekerjaan : Kepala Desa, Alamat : Dusun Lebaksiuh RT 03 RW 01 Desa Lebaksiuh Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : SAHLI, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 27 April 1982, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat : Dusun Lebaksiuh RT 02 RW 01 Desa Lebaksiuh Kec. Jatigede Kab. Sumedang

8. Desa Kadu
A. Nomor Urut 1
Nama : OON RUSMANAH, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 12 April 1987, Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga, Alamat : Dusun Kadu RT 07 RW 02 Desa Kadu Kec. Jatigede Kab. Sumedang
B. Nomor Urut 2
Nama : OTONG RASMADI, Tempat Tanggal Lahir : Sumedang, 24 Nopember 1984, Pekerjaan : Kepala Desa, Alamat : Dusun Kadu RT 03 RW 02 Desa Kadu Kec. Jatigede Kab. Sumedang

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tahapan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2021 di Kabupaten Sumedang.
Selama kegiatan berlangsung situasi dapat berjalan dengan aman tertib dan lancar.

Tidak Masuk Dinas Hanya Untuk Cakades Cibugel Kab.Tangerang, Bolehkah.?? “Darwan” Seret Nama Bupati

Laporan: Team 7

Poskota.Net

TANGERANG – Hanya untuk mencalonkan kepala desa, seorang staf ahli pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) Panongan Kabupaten Tangerang-Banten, meninggalkan tugas dan tanggung jawab nya, sebagai staf ahli (TU). Padahal, dalam upaya pemerintah pusat dan daerah, untuk memberikan pelayanan maksimal dalam pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tenaga kesehatan di tuntut untuk lebih maksimal lagi dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Darwan, Calon kepala desa Nomor urut 01, di Desa Cibugel Kab.Tangerang tercatat sebagai PNS staf ahli Puskesmas Panongan, meninggalkan tugas dan tanggung jawab. Dengan mengantongi izin dari bupati Tangerang, Darwan bebas berkampanye untuk menjadi kepala desa bahkan baru baru ini sempat viral di WhatsApp group, karena memposting salah satu ulama demi mendapatkan dukungan.

 

“Untuk sementara saya sudah cuti, Ya pak’ saya PNS dan bertugas di puskesmas Panongan, cuma saya sudah ada ijin dari bupati prihal pilkades, nanti saya cuti di luar tanggungan Seperti yang sudah sudah, dan Surat ijin saya sudah ada di panitia PPK,” ujar Darwan saat di konfirmasi wartawan lewat WhatsApp. (07\10\2021]>


Darwan menjelaskan, Sesuai hak PNS pa 1 tahun, kalau dirinya boleh mengambil cuti. Namun tidak di jelaskan cuti yang diambil berapa hari, bahkan saat di tanya tanggal cuti kerja nya, dirinya (Darwan) menyampaikan kalau dirinya cuti sejak seminggu lalu.(seminggu sebelum berita ini di muat). Namun saat di konfirmasi surat cuti yang didapat Darwan enggan menjelaskan. “Saya lihat dulu,” ketus Darwan mengakhiri.

Berbeda keterangan Darwan dari pernyataan kepala puskesmas(KAPUS) Drg.Farah Sageir, di jelaskan kalau Staf nya (Darwan) baru dua hari cuti, dan dari Dinas Kesehatan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang izin cuti, Farah menyarankan agar di tanyakan langsung ke panitia Pilkades.
“Ma’af pak, saya sudah tanya yang bersangkutan, untuk izin cuti silahkan langsung ke panitia Pilkades aja ya pak makasih,” jelas nya, saat di konfirmasi wartawan.

Dari informasi masyarakat, Darwan sudah jarang masuk kantor sejak sebulan terakhir ini, di sebabkan banyak kesibukan persiapan menuju Pilkades. Patut di pertanyakan oleh masyarakat, sebab hingga berita ini pun di muat, yang bersangkutan belum bisa menunjukkan surat cuti yang di sebut sebut telah mendapat ijin dari bupati, dan untuk menjawab pertanyaan masyarakat agar tidak menjadi fitnah.

Pasalnya, saat di konfirmasi ke BKD (Badan kepegawaian Daerah Kabupaten Tangerang) H.Hendar Herawan mengungkapkan, kalau cuti tahunan PNS dalam satu tahun cuma 12 hari. Tentu wajar menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat tentang ijin cuti yang di dapat oleh Calon kades nomor urut 01 yang berstatus PNS tersebut.

“Cuti tahunan PNS dalam satu tahun 12 hari, PNS bisa mencalonkan menjadi kepala desa jika mendapat ijin dari pimpinan nya,” terang H.Hendar Herawan, saat di konfirmasi lewat pesan whatsaap.

Ada pertanyaan di masyarakat yang menyinggung terkait pimpinan dari Calon Kades tersebut yang bertugas di Puskesmas. Sebab pimpinan dari PNS Pusat kesehatan masyarakat, siapa.? Apakah Dinkes atau Bupati, atau Di Mendagri.? Saat di tanyakan kepada kepala BKD, H.Hendar, dirinya lebih memilih diam.

Tidak jauh berbeda, saat di konfirmasi wartawan ke pada Kepala Dinas kesehatan kabupaten Tangerang, “Desi” tidak memberikan jawaban apa apa, hingga berita ini di muat belum ada penjelasan dari Kepala Dinas kesehatan seperti yang di sampaikan oleh Kepala puskesmas kepada wartawan, agar menanyakan tentang cuti yang di dapat calon kepala desa yang masih berstatus PNS itu ke Dinas kesehatan.

Posting Foto Bersama Ulama Untuk Cari Dukungan, Cakdes: No..Coment Lah.!

Laporan: Manahan/team

Poskota.Net

TANGERANG – Guna mencari dukungan, salah satu calon kepala desa berinisial D, memposting foto bersama dengan salah satu ulama di desa nya. Takut menjadi fitnah, setelah beredar foto status whatsapp ulama bersama bersama salah satu calon Kepala Desa (Cakades) Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang bertuliskan “alhamdulillah ulama kita sudah bersama 01…takbir”. KH. Amin Fauji yang biasa di sapa Ki Jablai memberikan klarifikasi lewat Vidio berdurasi pendek.

Merasa di salah gunakan, Sang Ulama pun menyatakan sikap keberatan dan kecewa atas foto dirinya yang dijadikan kepentingan pribadi di Pilkades Desa Cibugel. Hal itu di sampaikan Ki Jablai lewat rekaman video klarifikasinya yang berdurasi 27 detik.

“Saya H. Amin Fauji bin H. Gojali, warga Desa Cibugel, RT 02 RW04, merasa keberatan dan kecewa besar terhadap sikap Pak Darwan (Cakades nomor urut satu-red) yang telah memposting foto saya dijadikan kepentingan pribadi di pilkades Desa Cibugel, demikian kekecewan saya kepada Pak Darwan saya ucapkan dengan sebenar-benarnya,” kata Ki Jablai dalam video klarifikasinya.

Saat di konfirmasi oleh awak media team, Ki Jablai menyampaikan, sebenernya itu sebuah kesalahpahaman saja. “Waktu itu saya datang ke kebonnya Pak H. Nurjaya disitu sudah ada Cakades nomot urut 01, tidak ada perjanjian, karena selama ini saya diam tidak pernah ada kampanye, makannya saya marah juga karena saya gak pernah kampanye, begitu datang salaman duduk langsung di selfi, di situ lah kelengahan saya. Karena saya tidak punya pikiran apa-apa, karena kosongnya pikiran saya,” kata Ki Jablai. Kamis, (7/10/2021).

H.Amin Fauzi bin H Gojali

“Begini-begini saya nurut aja, saya gak tolak, iya kan lagi memanas musim pencalonan begini, disitu kesalahan saya, nyesel sebenernya mah, disitu saya marah karena belum juga pulang sudah tersebar foto itu di Desa Cibugel. Bahwa saya mendukung 01, saya gak terima karena itu tidak benar sama sekali. Saat itu saat saya di foto selfi, karena orang mau foto ya kita foto aja, karena saya juga enggak engeh.” Sambung Ki Jablai.

Lanjut Ki Jablai menambahkan, “Agar tidak terjadi fitnah di kalangan masyarakat dirinya pun mengaku langsung membuat video klarifikasi terkait hal itu. “Alhamdulillah setelah buat video ada manfaatnya, berarti Ki Jablai ini tidak seperti apa yang disampaikan mereka (Pihak 01-red). Harapan saya kepada pihak 01 agar mereka dapat fair, logowo dan jangan terjadi apa-apa menang kalah itu tergantung nasibnya masing-masing,” ucap Ki Jablai.

“Saya berharap pada Pilkades di Desa Cibugel tidak ada keributan, setelah ada postingan foto itu mengundang keributan, kepribadian saya pun terusik karena dia tidak pernah minta izin kesaya untuk posting foto itu hanya sekedar minta foto selfi saja. Walaupun begitu antara saya dengan Pak Darwan tidak ada saling tuntut menuntut. Mudah-mudahan pilkades di Desa Cibugel Kondusif dan dilakukan secara jurdil (jujur dan adil-red) pada intinya niatnya kan membangun desa dengan skil masing-masing,” imbuh Ki Jablai Menutup.

Dilain pihak, saat di konfirmasi Ke calon kepala desa, Darwan mengatakan kalau dirinya no.. coment, tapi menyatakan kalau foto yang viral di group WhatsApp tersebut ada yang mengubah dan dirinya sudah mengklarifikasi ke pada ulama nya, atau H.Amin Fauji Bin H.Gojali.

“Sementara ini saya no..coment, dalam hal ini saya sudah konfir dengan kyai, ada yang di robah tulisan nya. Padahal faktanya tidak seperti itu, adapun segala sesuatu kita sudah saling mema’af kan dengan kyai Amin, gitu.. jadi saya no.. coment lah,” ujar Darwan saat di konfirmasi awak media lewat telepon.

Mencengangkan! Ternyata Ada Sindikat Rentenir Dalam Persoalan Dana Pilkades Sukajadi Carita

Laporan : Ali Hermawan

PANDEGLANG, Poskota.Net – Semrawut dan tidak adanya kejelasan dalam proses pengembalian sisa dana anggaran Pemilihan kepala desa (Pilkades) sukajadi kecamatan carita kabupaten pandeglang, banten,

Hingga saat ini disinyalir melibatkan “pemodal” atau Sindikat Rentenir.
“Memang seperti itu, dan kondisi ini diduga terjadi dihampir setiap desa,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. Selasa (05/10/21).

Ia mengatakan, jadi dalam setiap proyek pembangunan didesa kepala desa akan meminjam dana terlebih dahulu ke seorang “pemodal” sebagai dana talangan anggaran untuk pembangunan, dengan kesepakatan uang yang dipinjam tersebut akan dikembalikan ketika anggaran dari pemerintah, dalam hal ini Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) cair.

“desa sujakadi seperti itu, pemodal diketahui warga panimbang, kesepakatannya dana dibayar ketika DD atau ADD cair dari pemerintah,” tuturnya.

Lebih parahnya lagi, lanjutnya, rekening milik desa dipegang oleh si pemodal, jadi ketika pihak desa mau mencairkan dana tersebut maka harus datang ke si pemodal, karena buku rekeningnya ada disana.

“Maka menjadi wajar ketika dana dari pemerintah cair, pihak desa tidak dapat apa-apa karena uang tersebut habis dipakai bayar uang plus bunganya yang dipinjam dari si pemodal tadi,” jelasnya.

Dikatakannya, bisa dibayangkan berapa uang dan bunga yang harus dikembalikan oleh kepala desa ke si pemodal. Maka tidak heran jika pihak desa hanya menerima angka saja sementara uangnya tidak ada.
Ia menambahkan, persoalan ini sebetulnya sudah lama terjadi dan sempat disampaikan juga kepada ketua DPRD Kabupaten pandeglang, namun sampai saat ini tidak ada tindakan apapun.

“Terkait pinjam dana ke pemodal sudah lama terjadi, persoalan ini juga sudah disampaikan ke pihak DPRD namun tidak ada tindakan apapun, jelas ini harus diusut dengan tuntas, baik oleh BPD, DPMPD dan inspektorat, agar kondisi ini tidak terulang, mengingat sebentar lagi pilkades akan digelar, jangan sampai kades  yang baru terpilih meneruskan kebiasaan ini,” harapnya.

Petahana Dapat Tantangan Kuat Untuk memperebutkan Ketum Golkar

Laporan : Erwin S

JAKARTA,poskota.net- Persaingan dalam pemilihan ketua umum yang akan berlangsung dalam Musyawarah Nasional atau Munas Partai Golkar, membuat sejumlah kader partai terbelah.

Munas Golkar yang berlangsung pada Desember 2019 mendatang, berpotensi melahirkan munas tandingan. Saat ini, ada dua calon kuat yang akan bersaing dalam pemilihan Ketua Umum Golkar.

Calon petahana Airlangga Hartarto mendapat tantangan dari Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Ketua tim sukses Bamsoet untuk pemilihan Ketua Umum Golkar, Achmadi Noor Supit, mengatakan Airlangga telah melanggar komitmen terhadap Bamsoet.

Hal ini menimbulkan antipati, sehingga kubu Bamsoet diyakini tidak akan mau lagi menjalin kesepakatan dengan kubu Airlangga.

“Akan memunculkan perlawanan dan berpotensi melahirkan Munas tandingan, seperti Ancol vs Bali pada waktu lalu, dan permasalahan lainnya yang bakal timbul, yang tak bisa dihindari,” ungkap Achmadi.

Adapun kesepakatan yang dilanggar Airlangga, dia menjelaskan, terjadi sebelum pemilihan Ketua MPR RI. Saat itu Airlangga berupaya merangkul kubu pendukung Bamsoet dan berjanji akan mengakomodasi mereka dalam susunan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR RI.

Airlangga juga disebutnya melakukan penggusuran terhadap loyalis Bamsoet yang menduduki sejumlah posisi, termasuk tenaga ahli Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Pihak Airlangga juga diduga telah memecat kader Golkar yang terindikasi pro-Bamsoet dari susunan kepanitiaan Munas Golkar.

“Tindakan ini jelas-jelas melanggar gentleman agrement dan melanggar keputusan rapim tentang mendahulukan musyawarah mufakat sebelum voting,” tegas Achmadi.

Achmadi mengatakan, tindakan kubu Airlangga tersebut justru membuat para loyalis Bamsoet semakin militan. Pihak Bamsoet diyakini semakin sulit untuk menahan diri dan bersikap tenang.

Saat ini rencana Bamsoet untuk maju dalam perebutan kursi Ketua Umum Golkar telah mendapat dukungan dari tiga organisasi sayap partai, yaitu Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKPPI), Pemuda Pancasila dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi).

Ketua Bidang Kebudayaan Daerah DPP Partai Golkar Ulla Nurahmawaty mengatakan, Bamsoet telah menerima dukungan dari 367 DPD tingkat II Golkar. Meski demikian, konsolidasi tetap dilakukan agar dukungan tidak melemah hingga waktu Munas pada Desember nanti.

“Kami optimis karena jumlah yang mendukung Pak Bambang sudah 50 persen plus satu, itu berarti cukup kuat,” ujar Ulla, dalam keterangan tertulisnya.

Wakil Presiden Akan Hadiri Acara HUT, Rakernas MOI dan Deklarasi Anti Radikalisme

Laporan : Arman

JAKARTA,poskota.net – Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin dipastikan akan hadir pada acara HUT ke-1 dan Rakernas Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) yang dirangkai dengan acara Seminar dan Deklarasi Indonesia Kuat Tanpa Hoaks.

Radikalisme dan Intoleransi pada Kamis, 21 November 2019 di Konvention Hall Kemensos Kalibata, Jakarta Selatan. Informasi kepastian kehadiran Wapres KH.Ma’ruf Amin tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI), Jusuf Rizal kepada 300 lebih media online anggota Perkumpulan MOI di Jakarta.

Menurut Jusuf Rizal, ia telah berkomunikasi dengan Sekretaris Wapres tentang kehadiran Wapres KH. Ma’ruf Amin. Sebenarnya pihaknya telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan juga Wakil Presiden, Ma’ruf Amin untuk dapat hadir bersama media dan Civil Society Organization (Ormas/LSM).

“Namun karena urusan masalah Radikalisme, Intoleransi, hingga masalah Teroris menjadi bagian tugas Wapres, maka yang hadir adalah Wapres,” tegas pria yang juga sebelumnya Ketua Presidium Relawan Jokowi Ma’ruf Amin The President Center itu.

Lebih lanjut dikatakan untuk Pembukaan Seminar dengan Topik Peran Media dan Civil Society Organization (Ormas/LSM) dalam memerangi penyebaran Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi, diagendakan akan dibuka pada pagi hari oleh Menkopolhukan, Prof.Dr. Mahfud MD.

“Diharapkan Menjopolhukam sekaligus dapat memberi pencerahan kepada media dan Civil Society Organization (Ormas/LSM),” terangnya.

Sementara untuk narasumber antara lain dari Dewan Pers, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), DPR RI, Mabes Polri, Menkominfo, dan pengamat. Sedangkan audiensi sekitar 500-1000 orang dari unsur media dan Civil Society Organization (Ormas/LSM) yang hadir dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Dalam rangkaian peringatan HUT Perkumpulan MOI ke-1, DPP MOI selain menyelenggarakan Rakernas, Seminar dan Deklarasi, juga melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bekerjasama dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), Santunan Anak Yatim dan Lomba Menulis Pesan tentang Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi berhadiah total voucher Rp. 20 juta.

Menurut catatan Redaksi Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) didirikan September 2018. Beranggotakan lebih dari 300 media online dan kini terus bertambah. Ketua Umum, Rudi Sembiring Meliala, Sekjen Drs.HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si, Bendahara Hj. Candra Manggih.

Gerindra Usung 4 Nama Calon Cagub DKI, Ini Alasannya

Laporan : Erwin S

JAKARTA,poskota.net- DPD Gerindra DKI Jakarta sodorkan empat nama baru calon wakil gubernur untuk menggantikan Sandiaga Uno, yang mundur untuk mengikuti Pilpres 2019.

Usulan yang disampaikan pada PKS, tercantum dalam surat nomor JA/X-0646/B/DPD-Gerindra/2019 tertanggal 17 Oktober 2019. Ada empat nama yang tercantum dalam surat tersebut. Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Yuliantoro, Wasekjen DPP Gerindra Ariza Patria, serta Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengatakan, surat tersebut ditandatangani olehnya, Sekretaris DPD Gerindra Husni Thamrin, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, serta Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Itu hasil informasi yang dikumpulkan internal Gerindra. Ini kan usulan kami ke dia (PKS), boleh dong kami usul,” kata Taufik di Jakarta, Kamis (7/11/2019) semalam.

Jika tiga nama lain adalah kader partai, Saefullah bukanlah bagian dari Gerindra. Menurut Taufik, masuknya nama Saefullah berdasarkan pertimbangan objektif partai. Gerindra, kata Taufik, menilai Saefullah memiliki kapasitas dan kapabilitas memadai untuk menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dengan pengajuan empat nama tersebut, Gerindra mengusulkan perubahan atas nama calon wakil gubernur yang sudah diusulkan. Sebelumnya, Gerindra dan PKS, sebagai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017, telah menyepakati nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagai calon wakil gubernur. Keduanya adalah kader PKS.

Taufik mengatakan, pengajuan empat nama baru yang diusulkan Gerindra, dikarenakan proses pemilihan pendamping Anies di Balai Kota hingga saat ini mandek. Empat nama baru tersebut diharapkan dapat diterima DPRD DKI, dan kursi wakil gubernur yang telah kosong selama lebih dari satu tahun dapat kembali terisi.

“Kami kan lihat macet. Kami usulkan ini bagaimana kalau opsi lain diambil, kami dorong aja deh gitu,” ucap Taufik.

Namun demikian, sebelum sampai ke DPRD, Gerindra membutuhkan restu PKS. Hanya saja, Taufik menyebut hingga saat ini partai koalisinya itu belum merespons usulan yang disampaikan melalui surat tersebut.

Ketua Dewan Syuro DPW PKS Abdurrahman Suhaimi mengatakan, pihaknya belum menerima surat yang berisi usulan perubahan nama cawagub tersebut.

“Tanya ke Gerindra, bukan ke PKS. Belum tahu saya tuh,” tandasnya

Ical Inginkan Partai Golkar Harus Ada Calon Presiden 2024

Laporan : Matille S

JAKARTA,poskota.net- Ketua Dewan Pembina Partai Gokar Aburizal Bakrie (Ical) berharap partai berlambang pohon beringin itu bisa mencalonkan Presiden atau Wakil Presiden pada Pemilu 2024.

Harapan itu disampaikan Ical sebagai doanya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar yang digelar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/11).

“Harapannya makin bagus, Golkar makin solid, Insyaallah. Dan karena makin solid, saya rasa bisa menjadi pemenang. Dan saya harapan bisa mencalonkan Presiden atau Wakil Presiden pada 2024,” ungkap Ical kepada wartawan, Selasa (6/11/2019).

Ical mengatakan sebagai Ketua Dewan Pembina, dirinya tidak dalam posisi untuk mendukung salah satu bakal calon ketua umum. Menurutnya, justru yang luar biasa adalah terciptanya satu Musyawarah Nasional (Munas) saja.

Diketahui, sebagai salah satu partai tertua, dinamika politik internal selalu diwarnai rivalitas yang panas. Pada 2014 lalu misalnya, terjadi dua kali Munas.

Pertama, Munas IX Partai Golkar yang diselenggarakan kelompok Aburizal Bakrie di Bali.

Kemudian, kelompok yang menolak Bakrie yang dipimpin Agung Laksono menggelar Munas tandingan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

“Dewan pembina tidak pada posisi untuk mendukung atau tidak mendukung. Dewan pembina sudah berhasil menjadikan satu Munas, bukan dua Munas. Sudah berhasil itu,” paparnya.

Ical mengatakan, siapa pun yang terpilih nantinya merupakan hasil Munas yang sah. Dia berharap penyelenggaraan Munas yang dilaksankan pada 4-6 Desember mendatang dapat berjalan dengan baik dan damai.

“Bahwa siapa yang terpilih silakan di sana. Tentu pada Munas yang akan datang aman-aman dan damai-damai aja,” tandasnya.

Sebagai informasi, Golkar beberapa kali memiliki calon presiden pada Pilpres secara langsung, seperti Wiranto hingga Jusuf Kalla. Namun, tidak satu pun kader Golkar yang diusung menjadi capres berhasil memenangkan Pilpres (erw)

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Riza Patria. Patria merupakan kader Partai Gerindra yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Kalau itu (adik dari Patria) kan fakta, tidak mungkin saya bilang tidak,” ujar Sabana dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Lumire Senen, Jakarta Pusat, Senin 19 Februari 2018.

Sabana juga mengakui bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai politik (parpol) yang dipimpin Prabowo Subianto itu.

“Itu (menjadi caleg Gerindra) kan dulu. Semua saya kira biasa ya seperti itu,” ujar Sabana.

Meski demikian, Sabana menegaskan bahwa Garuda sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Gerindra. Sabana membantah Garuda adalah parpol yang dibentuk dengan tujuan memecah suara pemillih antara Garuda dan Gerindra pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.