Kota Tangerang – Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, H. Muhamad Rojak, menyatakan langkah politiknya dengan bergabung bersama Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tangerang.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dirinya dalam mengenal, memahami, dan membangun hubungan dengan lingkungan politik selama hampir dua dekade, H. Muhamad Rojak saat menyatakan bergabung langsung bertemu Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tangerang, H. Sachrudin di rumahnya, Jalan Poris Residence, Cipondoh, Kota Tangerang, pada hari Kamis, 28/10/2026.
H. Muhamad Rojak berbekal pengalaman, persahabatan, serta pergaulan dengan berbagai tokoh dan senior politik, H. kini semakin memantapkan niat untuk berkontribusi lebih luas melalui Partai Golkar. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses pencalonan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) melalui partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dalam refleksi politiknya, H. Muhamad Rojak mengungkapkan bahwa Partai Golkar bukanlah lingkungan yang asing baginya. Hampir 20 tahun dirinya telah mengenal dan mengikuti dinamika pergaulan politik bersama sejumlah tokoh, kader, serta sahabat yang memiliki kedekatan dengan Partai Golkar.
“Selama perjalanan tersebut, banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Saya belajar bahwa politik bukan hanya tentang kepandaian berbicara atau mengejar kedudukan, tetapi juga membutuhkan kesabaran, ketulusan, kedewasaan berpikir, serta kemampuan memahami kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, organisasi politik merupakan ruang pembelajaran sekaligus wadah untuk membangun persaudaraan lintas generasi. Para senior memberikan keteladanan dan kebijaksanaan, sementara generasi muda membawa gagasan, kreativitas, serta semangat pembaruan.
Ia berharap Partai Golkar terus menjadi tempat lahirnya kader-kader pemimpin yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Sebagai pengusaha yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat, khususnya kalangan pedagang dan pelaku usaha, H. Muhamad Rojak mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Mulai dari keberlangsungan usaha kecil, kesempatan kerja bagi generasi muda, hingga persoalan pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
“Pada prinsipnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga perhatian, kesempatan, dan tindakan nyata. Jika diberikan kesempatan untuk mengemban amanah melalui jalur politik, saya ingin membawa pengalaman selama ini menjadi bekal untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tuturnya.
H. Muhamad Rojak juga menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat tidak seharusnya dibangun hanya ketika seseorang memiliki kepentingan politik. Menurutnya, hubungan yang baik harus tumbuh dari ketulusan, kepedulian, dan konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.
Baginya, jabatan bukanlah tujuan utama dalam berpolitik. Lebih dari itu, politik merupakan sarana untuk memperluas ruang pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jabatan ada masanya, kekuasaan ada batasnya. Namun, persaudaraan, kepercayaan, dan kebaikan yang kita berikan kepada masyarakat akan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang selalu dikenang,” tambahnya.
Menutup refleksi perjalanan politiknya, H. Muhamad Rojak menyampaikan sebuah pantun ringan sebagai gambaran langkah barunya bersama Partai Golkar.
Siang hari memakan rujak,
Sambil duduk di depan lekar.
Siapa itu, eh Haji Rojak,
Sekarang hadir bersama Golkar.
Dengan bergabungnya H. Muhamad Rojak ke Partai Golkar dan kesiapan dirinya mengikuti proses sebagai bakal calon legislatif, ia berharap dapat membuka lembaran baru dalam perjalanan pengabdiannya.
Baginya, hampir dua puluh tahun pengalaman bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bekal untuk melangkah, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (ilham)







































































