TANGERANG. —– Farmel U-14 memastikan langkah runner up liga Indonesia Junior Soccer League (IJSL) setelah menaklukkan rivalnya, Cipta Cendikia dengan score 2–1 di stadion Kera Sakti, Serpong, Banten Minggu (17/8/2026).
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Farmel sekaligus menggagalkan langkah Cipta Cendikia untuk mengejar poin Farmel sebelumnya berselisih 9 poin dengan satu kali lagi laga. Sementara Assa Pro sudah di pastikan juara karena poin mereka sudah tidak bisa terkejar.
Farmel masih menyisakan satu pertandingan, namun apapun hasilnya tidak bisa mengejar poin yang sudah di peroleh Asa Pro. Dimana kedua tim ini akan berlaga. Di akhir puncak liga IJSL 2026.
Farmel tampi agresif sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui gol Cristiano Ronaldo Silitonga.Tim asuhan Reza Pahlevi ini tetap unggul sampai laga usai.

Memasuki babak kedua, Cipta Cendikia meningkatkan intensitas serangan. Usaha usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45 ketika kapten kesebelasan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Farmel bangkit dan terus menekan hingga laga akhir, Farmel mampu mencetak gol kemenangan melalui kemelut didalam kotak pinalti, Denis berhasil merobek jala gawang dengan mengubah keunggulan Farmel 2-1.
Sang Allenatore Reza Pahlevi mengatakan Konsistensi permainan yang ditunjukkan sejak empat laga berturut turut meraih hasil sempurna menjadi modal penting mengunci peringkat kedua. Meski tidak berada di puncak klasmen bersyukur masih masuk dua besar.

“Kami sempat lengah pertengahan laga, sehingga mendapatkan kekalahan, tapi empat laga terahir saya bangga kebangkitan Arkaan dkk, hasilnya bisa menjadi runner up,” ungkap sang juru taktik ini.
Tugas ke depan terus mengembangkan skill pars pemain, agar selalu fokus bermain, pemain tidak melas malas latihan dan mampu menyerat ilmu yang diberikan pelatih. Satu yang diingatkan pelatih berlisensi dari Inggris ini, berharap para pemain jangan meniru gaya permainan teman, karena pemain tersebut mempunyai ciri khas permainan kala laga dilapangan.

Coach Reza Pahlevi contohkan pemain depan Reza merupakan pemain yang styles lama memegang bola dengan lekukan lekukannya itu adalah khas Reza, jadi jangan di tiru. Begitu dengan Forkoun dia permainan tempel ketat dan sulit dilewati lawan.
“Meski raih juara 2 saya bersyukur dengan upaya seluruh pemain, untuk kompetisi musim depan kita tingkatkan lagi agar lebih maksimal menjadi puncak klasmen,” tandasnya.







































































