DEPOK | POSKOTA.NET – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Depok mengeluarkan instruksi resmi dari Kepala Kantor Budi Jaya kepada seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) untuk secara rutin melakukan kunjungan ke area loket pelayanan pertanahan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya konprehensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap kebutuhan serta keluhan masyarakat dapat ditangani dengan tepat.
Berbeda dengan kunjungan pribadi yang biasa dilakukan Kepala Kantor, kali ini instruksi ditujukan untuk melibatkan seluruh pejabat pengawas dalam memantau langsung kondisi lapangan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memfasilitasi interaksi langsung antara jajaran manajemen dengan pemohon serta petugas loket, sekaligus mengidentifikasi secara sistematis berbagai kendala dan permasalahan yang muncul sebagai bentuk mitigasi risiko serta wujud semangat berbenah yang terus ditegakkan.
Dalam arahannya, Budi Jaya menekankan agar setiap Kasi dan Kasubag TU yang melakukan kunjungan harus secara aktif mendengar keluhan dan masukan dari para pemohon.
Beberapa jenis layanan pertanahan yang menjadi fokus pemantauan antara lain proses sertifikasi tanah, pengurusan hak milik, dan berbagai perizinan terkait tanah yang seringkali menjadi sumber kekhawatiran masyarakat.
“Selain mendengar aspirasi pemohon, saya juga menyampaikan agar seluruh jajaran berkomunikasi erat dengan petugas loket. Mereka adalah ujung tombak pelayanan dan pasti mengetahui tantangan nyata yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” jelas Budi Jaya
Menurutnya, kunjungan rutin ini bukan hanya sekadar pemantauan, melainkan bagian penting dari strategi peningkatan pelayanan.
“Dengan bertemu langsung dengan pemohon dan petugas, kita dapat mengetahui secara akurat apa saja kendala yang terjadi dan segera mengambil langkah perbaikan. Tidak ada yang lebih baik dari informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya,” tambahnya.
Proses interaksi yang dilakukan oleh Kasi dan Kasubag TU juga dijadikan sebagai sarana untuk melakukan mitigasi risiko secara dini. Setiap temuan yang diperoleh selama kunjungan akan didokumentasikan dan dibahas dalam rapat evaluasi berkala, sehingga masalah yang berpotensi membesar dapat diatasi sebelum memberikan dampak negatif pada pelayanan.
Semangat berbenah terus menjadi landasan bagi seluruh jajaran ATR/BPN Kota Depok dalam menjalankan tugasnya. Dengan melibatkan lebih banyak pejabat dalam pemantauan loket, diharapkan pelayanan pertanahan di Depok dapat menjadi lebih baik, cepat, dan akurat sesuai dengan harapan masyarakat. (Yopi)







































































