” Instruksi saya jelas, terbukti pungli saya pecat.Instruksi ini sudah saya sampaikan secara langsung lewat video conferensi kepada seluruh Kakanwil, Kadivpas, Kalapas dan Karutan “
Laporan: Robinsar Silaban
SIMALUNGUN//PostKota.Net – Salah satu pegawai Lapas Narkotika kelas IIA Pematang Siantar kabupaten simalungun berinisial (S) diduga melakukan Pungutan liar (Pungli) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hingga ratusan juta, Saat dikonfirmasi oleh awak media inisial (S) mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Informasi dihimpun, inisial (S) yang diduga sebagai pelaku pungli melakukan dengan cara meminta uang kepada WBP secara per kamar. Hal tersebut ia lakukan dengan nota benge untuk perpisahan dirinya yang sudah dilantik menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) didaerah lain pada minggu lalu.
Sumber informasi juga menduga hasil dari perbuatanya itu inisial (S) telah mendapatkan uang dalam jumlah hingga ratusan juta.
Selanjutnya, sumber informasi yang meminta kepada media agar tidak menyebutkan namanya itu juga membeberkan bahwa dari antara WBP ada yang menceritakan kepadanya sudah dimintai uang oleh inisial (S) sebanyak tiga kali dalam waktu dekat ini. Yang pertama 5juta, kedua 10 juta dan selanjutnya 10juta sehingga hitunganya sudah mencapai 25juta. Dan tidak sampai disitu saja, sumber informasi juga mengatakan kalau inisial (S) kembali meminta kepada WBP untuk memberikan uang lagi kepadanya. beber sumber
” Itu masih dari WBP dari satu kamar, coba kalau dikalikan sepuluh kamar saja kan sudah 250n juta” sebutnya
“Kasihan kita melihat para WBP, mereka pada mengeluh”ucapnya lagi
Mengutip dari Kompas.com dalam siaran pers (kamis 16/4/2020) Yohanna Laoli menegaskan sanksi berat menanti bila ada petugas yang terbukti melakukan praktik pungutan liar.
” Instruksi saya jelas, terbukti pungli saya pecat.Instruksi ini sudah saya sampaikan secara langsung lewat video conferensi kepada seluruh Kakanwil, Kadivpas, Kalapas dan Karutan ” kata Yohanna Laoli saat itu.
Diwaktu terpisah, Inisial (S) petugas lapas yang diduga sebagai pelaku pemerasan terhadap WBP saat dikonfirmasi oleh media melalui telpon seluler, tepatnya jumat (4/11) pukul 15.05 mengatakan kalau informasi tersebut tidak benar.
“Itu gak benar, Enak kali lah kalau kayak gitu, perpisahan saja belum tahu kita kapan” ucapnya
“Datang saja (ke kantor) biar kita jumpa sama Napinya biar kita panggil, berapa dia sudah ngasi sama aku, kalau memang sudah ada biar terbuka aja, kita mau tau juga kebenaranya untuk menjawab informasi” sebutnya lagi






































































