Jember, PosKota Net
19 September 2026 Kreativitas pemuda Tamingan, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur, mewarnai pesta karnaval tahunan yang digelar sebagai ajang hiburan sekaligus pesta rakyat. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, peserta memilih mengganti penggunaan sound horeg dengan puluhan speaker toa jadul. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menghadirkan hiburan yang tetap meriah, tetapi tidak menimbulkan getaran suara berlebihan.
Karnaval berlangsung sesuai rencana dan mendapat antusiasme masyarakat. Meski demikian, suara musik dalam acara sempat menjadi perhatian sebagian warga. Sejumlah warga menilai suara yang terlalu keras berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur karnaval dan lokasi kegiatan.
Kegiatan tersebut digelar atas persetujuan pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Desa Panti. Pengamanan turut melibatkan jajaran kepolisian, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat bertujuan memastikan rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Salah satu awak media kemudian meminta penjelasan kepada operator sekaligus mekanik, M. Farid. Ia menyebut konsep penggunaan toa merupakan bagian dari kreativitas pemuda Tamingan Panti. “Kami membuat acara ini lebih unik. Penggunaan toa dipilih agar masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap getaran suara yang bisa menimbulkan pecah kaca atau kerusakan genteng,” tuturnya.
Menurut Farid, peserta tidak menggunakan perangkat sound berlebihan. Mereka justru mengandalkan puluhan speaker toa sebagai alternatif untuk tetap membangun suasana meriah tanpa menghasilkan dentuman yang berpotensi merugikan warga. Pilihan tersebut menjadi pembeda sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Kegiatan karnaval juga mendapat pengawasan dari perangkat lingkungan, termasuk RT dan RW, yang turut hadir serta meramaikan acara. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan alat musik dan pengeras suara tetap berada dalam batas kewajaran, mengingat hiburan publik tidak boleh mengorbankan kenyamanan masyarakat.
Meskipun sempat muncul teguran dari warga, peserta dan operator disebut mampu menyesuaikan volume serta mematuhi batasan yang ada. Hingga acara berakhir, karnaval berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan serius. Kreativitas pemuda Tamingan ini sekaligus menunjukkan bahwa pesta rakyat tetap dapat berlangsung meriah tanpa mengabaikan kepentingan dan kenyamanan warga.
(Anang f)







































































