Kota Tangerang – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Tangerang Open Speed Marathon 2026 Piala Wali Kota Tangerang dan Ketua Perserosi resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.
Ajang tersebut menjadi arena persaingan atlet sepatu roda dari berbagai daerah sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet sepatu roda, khususnya di Kota Tangerang. (Minggu, 27/9/2026)
Ketua Porserosi Kota Tangerang, H. Turidi Susanto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan sejak Jumat hingga Minggu berjalan dengan baik. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), sponsor, serta seluruh pihak yang ikut mendukung terselenggaranya Kejurnas tersebut.
“Rangkaian kegiatan dari hari Jumat tanggal 25 sampai hari ini tanggal 27 September, dari awal sampai akhir berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Tangerang, Dispora, dan semua pihak yang telah mendukung,” ujar Turidi kepada awak media, Minggu (27/9/2026) sore.
Turidi juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah sponsor, di antaranya Bank BJB dan Gajah Tunggal, yang dinilai turut memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Ia berharap Tangerang Open Speed Marathon dapat kembali digelar pada 2027 dengan persiapan yang lebih matang, jumlah peserta yang meningkat, serta hadiah yang lebih menarik.
“Harapan saya, kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan tahun depan, mungkin sekitar bulan Juli 2027. Tentu apa yang masih kurang tahun ini akan kami tingkatkan agar lebih meriah, jumlah peserta lebih banyak, dan hadiah lebih menarik,” katanya.
Tak hanya berhenti pada penyelenggaraan kompetisi di Kota Tangerang, Turidi juga berharap kegiatan serupa dapat digelar di berbagai daerah. Menurutnya, semakin banyak kompetisi akan memberikan ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan motivasi dalam mengejar prestasi.
“Saya juga berharap ke depannya kegiatan ini bukan hanya dilakukan oleh Kota Tangerang, tapi bisa dilakukan di beberapa daerah, sehingga semakin banyak perlombaan untuk meningkatkan prestasi para atlet. Atlet-atlet jadi lebih termotivasi karena pemerintah hadir dan ikut serta,” ujarnya.
Di balik suksesnya Kejurnas Tangerang Open Speed Marathon 2026, Porserosi Kota Tangerang mulai membidik target yang lebih besar pada 2027, yakni pembangunan lintasan sepatu roda berstandar internasional.
Turidi mengungkapkan, rancangan teknis atau Detail Engineering Design (DED) untuk fasilitas tersebut telah dibuat. Jika rencana tersebut terealisasi, keberadaan lintasan itu diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang utama peningkatan prestasi atlet sepatu roda Kota Tangerang.
“Tahun 2027 kita punya target memiliki lapangan sepatu roda berstandar internasional. DED-nya sudah kita buat. Nanti jika itu terealisasi, kita akan melaksanakan peningkatan prestasi atlet di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pihaknya bersama pemerintah akan terus mendorong program pembinaan atlet, termasuk melalui peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Kejurnas Tangerang Open Speed Marathon 2026.
Menurut Sachrudin, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga dapat menjadi pengalaman berharga bagi para atlet serta mempererat persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap kegiatan ini. Semoga Kejurnas ini bisa menjadi ajang untuk meraih prestasi bagi olahraga sepatu roda dan tentunya menjadi pengalaman yang berharga,” kata Sachrudin.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat untuk terus memajukan olahraga sepatu roda, khususnya di Kota Tangerang.
“Selain menambah persaudaraan, kegiatan ini juga bisa membangkitkan semangat untuk memajukan olahraga sepatu roda, khususnya di Kota Tangerang,” ujarnya.
Sachrudin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam pembangunan fasilitas olahraga. Salah satu rencana yang tengah didorong adalah pembangunan lintasan sepatu roda berstandar internasional.
Semoga Kejurnas ini bisa kita jadikan agenda tahunan. Kita juga punya rencana untuk membangun lintasan sepatu roda berstandar internasional dan mudah-mudahan bisa kita laksanakan di tahun 2027 jika tidak ada halangan,” lanjut Sachrudin.
Sachrudin juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama daerah hingga Indonesia ke tingkat internasional.
“Saya ucapkan selamat datang kepada para peserta yang hadir dari berbagai daerah. Semoga Kejurnas ini melahirkan atlet-atlet yang bisa membanggakan daerahnya masing-masing dan membanggakan bangsa Indonesia di kancah dunia,” tuturnya.
Sachrudin mengakui bahwa pembinaan olahraga sepatu roda di Kota Tangerang masih menghadapi persaingan dengan daerah lain, termasuk Jakarta. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan prestasi membutuhkan proses dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Memang kita masih kalah jauh dari Jakarta, tapi semuanya berproses. Kita ingin memberikan yang terbaik melalui pembinaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Tangerang Open Speed Marathon 2026, perhatian kini mengarah pada keberlanjutan pembinaan atlet serta rencana pembangunan lintasan sepatu roda berstandar internasional pada 2027. Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem olahraga sepatu roda di Kota Tangerang. (red)







































































