Jakarta PosKota Net
11 Oktober 2026 Pernyataan Budi Arie Setiadi mengenai sosok Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik. Dalam sebuah kesempatan, Budi Arie melontarkan kalimat yang terdengar sederhana, tetapi memicu beragam tafsir di tengah masyarakat. “Jangan lawan anak muda, kita makin tua dia makin bersinar,” ujarnya.
Ungkapan tersebut segera menarik perhatian karena dinilai mengandung pesan politik sekaligus refleksi mengenai regenerasi kepemimpinan. Kalimat itu seolah menggambarkan keyakinan bahwa generasi muda memiliki ruang yang semakin besar untuk tampil dan mengambil peran penting dalam pemerintahan maupun kehidupan publik.
Bagi sebagian pihak, pernyataan Budi Arie dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap Gibran. Sosok yang dikenal sebagai figur muda tersebut dinilai memiliki karakter, gaya komunikasi, dan pendekatan politik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Di sisi lain, ada pula masyarakat yang memandang pernyataan itu sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik. Dukungan terhadap figur muda kerap disampaikan melalui kalimat-kalimat singkat yang mudah diingat, sekaligus mampu membangun citra dan memperkuat posisi politik seseorang.
Perdebatan mengenai usia dalam kepemimpinan pun kembali mengemuka. Kelompok yang mendukung pemimpin muda menilai bahwa energi, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi keunggulan penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Namun, pengalaman tetap dianggap sebagai faktor yang tidak dapat diabaikan. Kematangan dalam mengambil keputusan, kemampuan membaca persoalan, serta pemahaman terhadap birokrasi dan dinamika masyarakat dinilai dapat membantu seorang pemimpin menghadapi tantangan yang kompleks.
Karena itu, kepemimpinan ideal seharusnya tidak hanya ditentukan oleh usia. Kolaborasi antara semangat generasi muda dan pengalaman generasi senior dinilai mampu melahirkan kebijakan yang lebih seimbang, inovatif, dan realistis.
Pernyataan Budi Arie tersebut pada akhirnya membuka diskusi lebih luas tentang arah regenerasi kepemimpinan di Indonesia. Apakah masa depan akan lebih banyak ditentukan oleh keberanian anak muda atau kematangan pengalaman? Jawabannya mungkin terletak pada kemampuan kedua generasi untuk bekerja sama demi kepentingan masyarakat.
Editor:Jhon E p







































































