Laporan : Anton
Papua, Poskota.Net – Menjelang hari raya Idul Fitri, telah dilaksanakan dialog interaktif dengan tema “Hak dan Perlindungan Konsumen Jelang Idul Fitri” yang bertempat di Studio LPP RRI Jayapura, Jumat (22/04).
Hadir sebagai narasumbetrr Ps. Kanit 2 Subbit 1 Insdagsi DitReskrimsus Polda Papua Iptu Imran P. Hutajulu, S.H, Tim Sistem Pembayaran BI Papua Andrea Yudhistira dan PPNS Perdagangan Disprindakop , UKM dan Tenaga Kerja Prov. Papua Eko Irianto Laksono, SE, M.Si.
Pada kesempatannya Iptu Imran P. Hutajulu, S.H. mengatakan kami selalu bersinergi dan berkolabirasi bersama-sama dengan stakholder lainnya untuk tetap menjaga kesediaan pangan maupun saat ini yang marak yaitu kesediaan minyak goreng dan dapat kami sampaikan bahwa semua tentang pangan komuniti yang ada di Papua seperti minyak goreng itu dapat dinyatakan aman untuk kita semua di Papua.
“Karena hal tersebut secara intens setiap hari kami akan turun ke lapangan untuk melakukan razia-razia, malakukan pendampingan kepada konsumen. Diharapkan kepada masyarakat selaku konsumen tidak perlu panik karena akan dikhawatirkan dapat merusak tatanan yang sudah baik,” ucapnya.
Iptu Imran menambahkan kami selaku perwakilan pemerintah sudah menetapkan harga keekonomian yang sudah diatur didalam permendagri dan peraturan keturunan lainnya, sehingga kami berharap jangan sungkan dan jangan ragu untuk melaporkan hal-hal yang menyimpang kepada Kepolisian untuk kami ambil tindakan.
Dikesempatan yang sama bapak Eko Irianto Laksono, SE, M.Si menyampaikan dari pantauan kami dinas prindagkop untuk harga dan ketersediaan Sembako cukup aman, tentang harga cukup aman serta di Papua ini harga daging kita cukup bagus karena stoknya juga cukup.
“Kalau dibandingkan dengan pulau Jawa cukup murah harganya di Papua, terakhir kami meakukan pemantauan harga di pulau Jawa kisaran Rp.130.000/Kg di bandingkan dengan Papua serta kualitas 1kg itu sekitar Rp. 135.000 sampai Rp. 140.000, untuk bahan-bahan pokonya cukup stabil dari dolog kemudian dari pertanian,” ujarnya.
Secara khusus kami dari dinas Pridgakop dilapangan selalu menginformasikan kepada pedagang untuk mereka melakukan aktifitas extral dalam hal pengadaan cabe bukan hanya tergantung dari pemasok.
Sementara itu Tim Sistem Pembayaran BI Papua Andrea Yudhistira menyampaikan kami dari BI bersama dengan pemerintah daerah akan memastikan pasokan bahan pangan selalu tersedia dan kami juga akan memastikan kualitasnya untuk data-data rincinya bisa dilihat di BPOM terkait dengan harga dari kebijakan nasional itu sudah ada pusat informasi harga pangan.
“Hal ini dimaksud agar masyarakat dapat mengakses diaplikasi yang sudah disediakan, bentuk perlindungan konsumen kami yaitu mencakup kontifikasi, konsultasi dan fasilitasi, serta mengedukasi ke masyarakat terkait dengan produk-produk yang di gunakan sehari-hari” ungkapnya.



































































