Tangerang, PosKota Net
4 November 2026 Harga telur ayam di kawasan Cipondoh, Tangerang, mengalami naik turun yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat distributor kebingungan menentukan harga jual, sementara konsumen harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga akibat perubahan harga yang sulit diprediksi.
Salah satu distributor telur di kawasan Cipondoh, Fandi, mengatakan harga pasar saat ini sedang tidak menguntungkan. Menurutnya, permintaan dari konsumen cenderung rendah, tetapi harga telur dari peternak justru masih tinggi.
Harga pasaran bulan-bulan ini sedang hancur. Permintaan sangat rendah, sementara harga dari kandang masih tinggi,**” ujar Fandi saat ditemui pada Rabu (4/11/2026).
Situasi tersebut turut dirasakan konsumen. Sebagian pembeli mengaku harus mengurangi jumlah telur yang dibeli atau memilih ukuran telur yang lebih kecil agar pengeluaran tetap sesuai anggaran. Bagi keluarga berpenghasilan terbatas, perubahan harga telur cukup berdampak karena telur merupakan salah satu sumber protein yang paling mudah dijangkau.
“Biasanya membeli satu kilogram, sekarang harus dikurangi. Kalau harga naik, kami terpaksa menyesuaikan belanja kebutuhan lain,” kata seorang konsumen di kawasan Cipondoh.
Di sisi lain, peternak menyebut kenaikan biaya produksi menjadi salah satu penyebab harga telur dari kandang sulit turun. Harga pakan disebut tidak stabil selama hampir satu tahun terakhir dan kerap tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima peternak.
Kami cuma peternak biasa. Harga pakan tidak stabil, sedangkan hasil penjualan telur belum tentu menutup kebutuhan kandang, ungkap seorang peternak.
Fandi menilai, selama harga pakan di tingkat peternak belum stabil, harga telur di pasaran akan sulit seimbang. Jika harga jual terlalu rendah, peternak akan mengalami kerugian. Namun, apabila harga dinaikkan, daya beli konsumen berpotensi semakin melemah.
Kalangan distributor berharap adanya pengawasan dan koordinasi yang lebih baik antara peternak, distributor, serta pemerintah agar rantai distribusi telur lebih transparan. Dengan begitu, harga telur dapat lebih stabil, konsumen tidak terlalu terbebani, dan peternak tetap memperoleh keuntungan yang layak.
Anang f







































































