Tangerang, PosKota Net
15 Oktober 2026 Keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dari pusat menyebabkan salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Aria Putra, Tangerang, tutup sejak Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara kebingungan dan terpaksa mencari SPBU lain.
SPBU tersebut dilaporkan berhenti beroperasi sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal, pihak SPBU mengaku telah melakukan pemesanan BBM jauh sebelumnya. Namun hingga kini, pasokan dari pusat belum juga tiba.
Seorang mekanik SPBU yang ditemui awak media membenarkan bahwa penutupan terjadi akibat keterlambatan pengiriman bahan bakar. Menurutnya, stok BBM di lokasi telah habis sehingga pelayanan kepada konsumen tidak dapat dilakukan.
Pengawas SPBU, Iwan, mengaku terus memantau perkembangan pengiriman dan berkomunikasi dengan pihak pusat. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai waktu kedatangan pasokan BBM tersebut.
“Memang baru kali ini pengiriman terlambat seperti ini. Kami masih terus menghubungi pihak pusat dan menunggu informasi selanjutnya,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi.
Gangguan pasokan tersebut diduga tidak hanya terjadi di SPBU kawasan Jalan Aria Putra, tetapi juga mulai dirasakan di sejumlah titik lain di wilayah Bintaro dan Tangerang. Kondisi itu membuat pengendara harus memutar balik untuk mencari SPBU yang masih beroperasi.
Doni, salah satu pengguna sepeda motor, mengaku kesulitan mendapatkan BBM. Ia mengatakan, membeli bahan bakar secara eceran pun tidak mudah karena sejumlah penjual juga mengalami keterbatasan stok.
“Kami bingung harus membeli di mana. Kalau SPBU tutup, mencari eceran juga sulit. Pemerintah seharusnya memastikan pengiriman BBM tidak diperlambat agar masyarakat tidak dirugikan,” kata Doni.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi keterlambatan distribusi tersebut serta memberikan informasi yang jelas kepada konsumen. Kepastian pasokan dinilai penting agar antrean, kepanikan, dan aktivitas pengendara tidak semakin terganggu.
(Anang f)






































































