“Saya ini, dari Buyut sudah bercampur dalam artian sudah multi etnis, dan jaman sudah segini canggih dan terbuka Kenapa kita masih ada kata kata minoritas dan mayoritas. Padahal pada saat Sumpah Pemuda digaungkan hanya ada 1 tumpah darah, 1 bangsa, 1 bahasa yaitu Indonesia”
Laporan Juniardi
Tangerang // Poskota.net. Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Tao Indonesia (DPP GMTI) dan Forum Blok Poros menyelenggarakan Seminar Nasional Peran Pemuda/i dalam Mengaktualisasikan Sumpah Pemuda tahun 2022, Minggu (06/11), di Universitas Buddhi Dharma, Kota Tangerang. Seminar terselenggara dengan sukses atas dukungan dari Perhimpunan Agung Tao Indonesia, Yayasan Ceng It Thian Kun Bio, dan Universitas Budhi Dharma.
Seminar dibuka oleh Drs. H Sachrudin Wakil Walikota Tangerang, Dalam kesempatannya, Wakil menuturkan bahwa untuk menata masa depan bangsa dibutuhkan generasi muda yang melek teknologi dan memiliki wawasan kebangsaan.
“Masa depan bangsa ada di pundak kalian semua sebagai generasi muda penerus bangsa, maka perlu ditanamkan pengetahuan kebangsaan,” ujar Sachrudin di depan para mahasiswa perwakilan dari seluruh Universitas di Kota Tangerang yang hadir di Aula Universitas Buddhi Dharma, Karawaci Kota Tangerang, Minggu (6/11/22).
Lanjut menambahkan, ” Oleh karena itu dalam mencari ilmu tidak hanya di bangku sekolah saja, tapi bisa dari berbagai kalangan, organisasi dan sebagainya serta terus semangat dan bekerja keras,” jelas Sachrudin.
Ketua Panitia Seminar Kepemudaan, Febri Indrawan, S.Ag. mengatakan, acara yang dihelat sebagai kaum muda dalam mengamali sumpah pemuda yang ke-94 tahun dengan mengambil tema “Peran Pemuda/i dalam mengaktualisasikan Sumpah Pemuda, Daya Saing Bangsa dan Keamanan Nasional”. Seminar diawali dengan pemaparan dua narasumber yang mewakili Pemerintah daerah Bapak Gatot Wibowo Ketua DPRD Kota Tangerang, dan Tokoh agama Islam yaitu KH Zaenal Alim, S.Pdi. lebih lanjut Ketua panitia mengatakan tentu ini menjadi awal semangat pemuda/i menjalankan perannya dalam menunaikan sumpah setia menunjung tinggi bahasa persatuan. Jangan sampai keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa kita saat ini malah mencederai nilai kemanusiaan.

Seminar ini juga merupakan rangkaian dalam merayakan Sumpah pemuda yang ke-94 tahun dengan universitas-universitas Se Tangerang raya. Seminar Kepemudaan 2022 menyajikan performance tari budaya yang berasal dari Aceh – Tari Saman, Tari Sumba dari NTT dan Panca Silat Pagar Nusa dari Banten serta perwakilan Sekretaris Pemuda Katolik Kota Tangerang dalam membacakan Teks Sumpah Pemuda yang diikuti oleh Seluruh Peserta seminar yang hadir.
Di samping Seminar Kepemudaan 2022, dirangkai dengan Sunat massal di 2 Daerah yang berbeda yaitu, Jakarta Barat dan Kota Tangerang. Sebagai pemuda harus terus bergerak dan terus berkontribusi untuk masyarakat sehingga keberadaan organisasi maupun pemuda memiliki manfaat yang luar biasa.
Lebih lanjut Ketua Umum DPP GMTI – Steven Lim (Even), mengatakan DPP GMTI terus bergerak dalam merangkai keberagaman yang termaktub dalam Pancasila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia dan Pancasila ke 5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Peran pemuda/i dalam mengaktualisasikan Sumpah pemuda sangat penting untuk kita teladani karena dalam nilai-nilai sumpah pemuda menjadi perekat anak bangsa untuk tidak membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan golongan sehingga kita sebagai pemuda dapat membawa Bangsa Indonesia yang lebih maju.
Di tahun depan akan masuk tahun politik saya menegaskan para pemuda untuk tidak melakukan diskriminasi atau politik identitas Agar bangsa dan negara kita akan terhindar dari perpecahan ditengah persaudaraan yang telah terjalin erat saat ini, jangan termakan hoax dan tidak boleh ada mendiskreditkan suatu suku maupun agama yang dapat memicu timbulnya konflik di tengah tahun politik yang akan akan datang.
Dewan Pembina DPP GMTI – Taosu Jony Tan, berpesan dalam kesempatan kali ini saya hanya bisa memberikan masukan atau pendapat, dalam menuju era globalisasi yang semakin meningkat luar biasa menuju era Indonesia Emas, pada hari sumpah pemuda kali ini, saya berharap pemuda pemudi dari kalangan Tionghoa khususnya yang sudah mengakar di Bumi Pertiwi ini, ikut turut andil dalam Pembangunan Bangsa.
“Saya ini, dari Buyut sudah bercampur dalam artian sudah multi etnis, dan jaman sudah segini canggih dan terbuka Kenapa kita masih ada kata kata minoritas dan mayoritas. Padahal pada saat Sumpah Pemuda digaungkan hanya ada 1 tumpah darah, 1 bangsa, 1 bahasa yaitu Indonesia” terangnya
Dan saya juga menghimbau ” kepada pemuda pemudi khususnya etnis tionghoa untuk dapat lebih bersinergi dengan satu sama lain, Stop dan hilangkan kasta, dan derajat kita semua sama tiada perbedaan. Ayo bersinergi, guyub, rukun, dan lebih aktif berperan dalam pembangunan NKRI, serta menjadi salah 1 tokoh nasional dan Kebudayaan asli Indonesia harus selalu di Tampilkan dalam setiap event yang dilakukan,” tutupnya.






































































