DEPOK | POSKOTA.net – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi Berbasis Internet of Things (IoT).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama dalam memodernisasi pengelolaan sampah di wilayah Kota Depok melalui efisiensi teknologi digital.
Inisiatif tersebut mempertegas kesiapan PNJ untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan DLHK Kota Depok. Fokus utamanya adalah membangun sistem informasi pemantauan dan pencatatan berbasis IoT guna mendukung proses pengolahan sampah organik, baik yang dialokasikan menjadi pupuk kompos maupun biokonversi maggot (black soldier fly).
Sentuhan Teknologi dalam Pengolahan Sampah Organik
Melalui pemanfaatan perangkat berbasis IoT, proses pengolahan sampah tidak lagi sekadar bergantung pada pencatatan manual. Sistem ini memungkinkan monitoring secara real-time terhadap berbagai variabel krusial—seperti suhu, kelembapan, hingga volume penumpukan sampah di fasilitas pengolahan.
Perwakilan PNJ menyampaikan bahwa integrasi IoT dalam sistem informasi ini dirancang untuk memastikan akurasi data. Data yang akurat sangat dibutuhkan agar proses kompostasi maupun biokonversi maggot dapat berjalan optimal dan konsisten.
Dukungan DLHK Kota Depok dan Prospek Kedepan
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyambut positif sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah ini. Ia menegaskan bahwa pengolahan sampah organik—khususnya pemanfaatan biokonversi maggot dan pembuatan kompos—merupakan salah satu pilar utama Pemkot Depok dalam mereduksi volume sampah langsung dari sumbernya.
”Kerja sama dengan PNJ ini menjadi angin segar bagi kami. Pemanfaatan teknologi IoT akan membantu meningkatkan presisi dan akurasi pengelolaan sampah organik di lapangan. Kami optimistis, efisiensi pengelolaan sampah di Depok dapat meningkat secara signifikan,” ujar Reni Siti Nuraeni,saat memberikan keterangan pers nya melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2026)
Dengan adanya pelatihan dan dukungan sistem pemantauan berbasis digital dari PNJ, para petugas operasional dan komunitas pengelola sampah di lapangan diharapkan memiliki keahlian baru. Mereka tidak hanya mahir secara teknis dalam mengolah sampah organik, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat teknologi pendukungnya.
Sinergi antara DLHK Kota Depok di bawah kepemimpinan Reni Siti Nuraeni dan PNJ ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi penerapan smart environmental management yang berkelanjutan di Kota Depok. (yopi)







































































