Laporan: Sahroni
Banyuwangi, poskota.net – Akses medan yang sulit mengakibatkan hasil panen tebu milik PTPN XII Kalikempit tidak bisa diangkut. Hal tersebut membuat tebu mengering dan tidak bisa menjadi bahan olah produksi pabrik, Jum’at (29/7/2022).
“Setahu kami, tebu tersebut berada dilahan hampir dua minggu, karena tidak di muat,” kata TM (nama samaran), Warga Kecamatan Glenmore yang enggan disebutkan namanya.
TM menjelaskan, tebu tersebut saat itu menjadi kering dan tidak bisa diproduksi. Dengan kejadian tersebut, apakah pihak PTPN XII perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak merugi. Apalagi kapan hari PT IGG dikabarkan gilingnya tidak maksimal karena kekurangan bahan baku.
“Ada bahan baku tidak diangkat, padahal beberapa hari yang lalu PT IGG dikabarkan sering mati mesinya dan berhenti produksi karena kurang bahan baku. Terus apakah tidak rugi perusahaan,” ungkap TM.
Terpisah Manager Tebu PTPN XII Kalitelepak, Hastudy Winarko menjelaskan hasil panen tebu yang tidak bisa terangkut dikarenakan kendaraan pengangkut tebu tidak bisa memasuki wilayah tersebut. Sehingga hasil panen tebu yang semestinya sudah terangkut, tidak terangkut dikarenakan medan yang tidak bisa dimasuki kendaraan.
“Karena hujan deras, sehingga medan yang tidak bisa dimasuki kendaraan,” terang Hastudy Winarko.
Musim hujan, lanjut Hastudy Winarko, selain berdampak kepada akses medan, juga berdampak kepada mutu tebu, yang berakibat mutu tebu tidak bisa menjadi bahan olah untuk Pabrik Gula (PG).
“Mutu tebu tidak bisa menjadi bahan olah di PG IGG. Sehingga tebu tersebut, kami olah menjadi bahan organik,” pungkasnya.






































































