.TANGERANG —- Proyek Rehabilitasi Pedestrian dan Drainase Jalan KH. Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, senilai Rp10,89 miliar, disorot setelah sejumlah bagian saluran mengalami amblas dan rusak sebelum pekerjaan rampung.
Pantauan Poskota.Net, Rabu (12/8/2026), menunjukkan penutup beton saluran patah dan masuk ke dalam galian. Sejumlah saluran juga masih terbuka dan tergenang air. Material tanah dan puing pekerjaan berserakan di bahu jalan, sementara pengamanan di sekitar galian dinilai minim.
Yang lebih menjadi sorotan adalah pemasangan U-Ditch di area yang masih tergenang air. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dasar saluran dan kesesuaian metode pelaksanaan dengan spesifikasi teknis.
Salah seorang tukang yang berhasil di wawancar jurnlkota.com mengatakan tidak semua menggunakan alas kerja karena adanya genangan air sehingga U-ditch di pasang tanpa alas kerja.
Pelaksana proyek, Iman, membantah pekerjaan dilakukan tanpa alas kerja.
“Kami memakai alas kerja sebelum dipasang U-Ditch. Tapi kalau ada genangan air, tidak dipakai karena menjadi lumpur,” ujarnya.
Di sisi lain, saat pemantauan berlangsung, pengawas dari dinas maupun konsultan tidak terlihat di lokasi. Padahal pengawasan diperlukan untuk memastikan mutu, metode kerja, keselamatan, serta pencatatan progres pekerjaan.
Proyek ini dikerjakan CV Agung Putra Jaya Abadi dengan konsultan pengawas PT Bighi Konsultan Prakasa, berdasarkan kontrak tertanggal 26 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan 173 hari kalender dan bersumber dari APBD Provinsi Banten 2026.
Dengan nilai hampir Rp11 miliar, kondisi pekerjaan tersebut patut mendapat perhatian serius. Dinas PUPR Provinsi Banten perlu segera mengecek mutu pekerjaan, metode pemasangan U-Ditch, serta kinerja pengawasan agar dugaan kelalaian tidak berujung pada kerugian negara maupun kecelakaan warga.(Juan)







































































