JAKARTA | POSKOTA.net- Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar terhadap kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor industri. Menghadapi transformasi tersebut, generasi muda dituntut tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pesan penting itu disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, saat membuka Wisuda ke-15 Universitas Pertamina (UPER) di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Mengusung tema “Lulusan UPER: Profesional Muda Siap Guna”, momentum wisuda tersebut menjadi penegasan pentingnya menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Andy menilai, kemajuan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman semata. Justru, perubahan tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan menciptakan terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, tantangan dunia kerja ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi konkret.
“Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut mengubah kebutuhan tenaga kerja di industri, termasuk di Pertamina Group. Namun, perubahan tersebut tidak perlu dipandang semata sebagai tantangan. Bagi generasi muda, perkembangan teknologi justru dapat menjadi peluang untuk memperluas kemampuan, membuka ruang inovasi, dan menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah,” ungkap Andy.
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Pertamina memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya membawa ijazah dan prestasi akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi persoalan nyata di dunia profesional.
Inovasi Mahasiswa Jadi Bukti Kompetensi
Semangat menciptakan inovasi tersebut tercermin dari prestasi M. Zaki Ramdhan, lulusan Program Studi S1 Teknik Mesin yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada Wisuda ke-15 Universitas Pertamina dengan raihan IPK 3,88.
Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Zaki juga berhasil mengembangkan gagasan inovatif melalui riset dan proyek teknologi. Salah satunya adalah HERO Helmets, prototipe helm keselamatan untuk industri pertambangan yang memanfaatkan serat eceng gondok sebagai penguat material biokomposit.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) dengan pendanaan Kemdikbudristek. Dalam prosesnya, Zaki memimpin tim mulai dari penyusunan proposal, pengembangan konsep, fabrikasi hingga pengujian prototipe.
Pengalaman itu menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kreativitas, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.
“Kesempatan belajar di UPER membantu saya mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menerapkannya melalui riset dan pengalaman industri. Saat mengembangkan HERO Helmets, saya belajar memimpin tim, menguji gagasan, dan memperbaiki hasil yang belum sesuai harapan,” tutur Zaki.
Kemampuan teknisnya semakin terasah ketika menjalani program magang di PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam analisis potensi kegagalan Blowout Preventer (BOP), peninjauan riwayat pemeliharaan, hingga pengujian tanpa merusak material.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya keandalan peralatan dan penerapan standar keselamatan dalam operasional industri. Bahkan, pemanfaatan teknologi machine learning turut menjadi pembahasan dalam tugas akhirnya.
Perkuat Keterhubungan Kampus dan Industri
Sementara itu, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ichsan Setya Putra, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Ia mengungkapkan, lebih dari 300 alumni Universitas Pertamina telah bekerja di Pertamina Group, sedangkan lebih dari 555 alumni lainnya berkarier di berbagai perusahaan multinasional.
Menurut Ichsan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Karena itu, Universitas Pertamina terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui riset, proyek inovasi, dan program pemagangan.
“Capaian ini menjadi salah satu indikator relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Kami terus memperkuat pembelajaran melalui riset, proyek inovasi, dan pemagangan agar mahasiswa memiliki kesempatan menerapkan ilmu serta memahami persoalan di lapangan,” jelasnya.
Wisuda ke-15 Universitas Pertamina tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk membuktikan kompetensi di tengah persaingan dunia kerja.
Pesan yang disampaikan Pertamina menjadi pengingat bahwa masa depan industri membutuhkan generasi muda yang berani berpikir kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menghasilkan karya yang bukan hanya inovatif, tetapi juga memiliki manfaat serta nilai tambah bagi bangsa.(Yopi)







































































