WALED, CIREBON – Kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Ambit–Gunung Sari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, semakin menarik perhatian masyarakat. Selain menjadi ruang publik untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga, kegiatan ini juga membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang lokal.
Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Waled, Adri, menilai meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap Car Free Day menjadi peluang positif bagi pertumbuhan ekonomi warga. Kehadiran pengunjung memberikan kesempatan kepada pedagang untuk menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga aneka kebutuhan masyarakat.
Menurut Adri, Car Free Day tidak hanya menghadirkan aktivitas rekreasi, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
“Car Free Day Ambit–Gunung Sari memiliki potensi yang baik untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan pedagang lokal. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berkunjung, peluang usaha bagi warga juga semakin terbuka. Ini tentu menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan secara positif,” ujar Adri.
Ia menambahkan, keberadaan kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, Car Free Day diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Adri juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan ini dapat terus berkembang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pengelola kegiatan, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan suasana yang tertib, nyaman, serta mendukung aktivitas perdagangan.
“Harapannya, Car Free Day ini bisa terus berjalan secara rutin dan semakin tertata. Kebersihan lingkungan, kenyamanan pengunjung, serta penataan lapak pedagang perlu menjadi perhatian bersama agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adri berharap Car Free Day Ambit–Gunung Sari dapat menjadi salah satu ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kecamatan Waled. Ia menilai kegiatan berbasis partisipasi masyarakat seperti ini memiliki peluang untuk memperkuat interaksi sosial sekaligus membuka kesempatan usaha bagi warga setempat.
Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Waled, lanjutnya, mendukung kegiatan positif yang mendorong kebersamaan masyarakat dan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Yang kita harapkan bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga bagaimana keramaian tersebut membawa dampak positif bagi pedagang dan UMKM. Jika dikelola dengan baik, Car Free Day dapat menjadi salah satu sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Adri.
Dengan meningkatnya minat masyarakat, Car Free Day Ambit–Gunung Sari diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang produktif, sekaligus menjadi wadah promosi bagi UMKM dan pedagang lokal dalam meningkatkan peluang usaha serta memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Waled dan sekitarnya. (ilham)







































































