DEPOK | POSKOTA.net – Sempat tampil trengginas di awal laga, langkah tim basket putra Phoenix-G Kelompok Umur (KU) 14 asal Depok akhirnya terhenti di partai puncak. Anak-anak Depok harus puas bertengger di posisi runner-up usai ditundukkan Galaxy Star Bogor pada laga final Sniper Elite Tournament di Bekasi, Selasa (25/8/2026).
Pertandingan puncak berlangsung sengit dan menegangkan sejak peluit pertama dibunyikan. Memasuki kuarter kedua dan ketiga, persaingan makin mendidih ketika kedua tim saling gebuk dan berbalas angka. Namun, Phoenix-G akhirnya harus mengakui keunggulan tim lawan dengan skor akhir 42-59.
Meski trofi juara utama melayang, jajaran pelatih tidak mau anak asuhnya berkecil hati. Hasil ini dinilai tetap membawa kebanggaan tersendiri.
”Kalian sudah luar biasa! Kenapa cuma dapat juara kedua? Supaya tidak sombong dan makin giat latihan. Kami pelatih dan orang tua bakal terus support habis-habisan!” seru Pelatih Kepala Phoenix-G KU 14, Coach Pur, usai laga.
Tancap Gas! Targetkan Angkat Trofi Juara 1 September Nanti
Kekalahan di partai final tak sedikit pun membakar surut mental anak-anak Phoenix-G Depok. Tak mau berlarut meratapi kegagalan, tim pelatih langsung memasang target tinggi dan bersiap melancarkan aksi “balas dendam” di turnamen berikutnya.
Coach Pur menegaskan, pasca-turnamen ini jajaran tim akan langsung tancap gas menggelar evaluasi total dan menggenjot porsi latihan demi mengamankan tahta tertinggi.
”September tahun ini kita harus angkat trofi juara 1!” tegas Coach Pur penuh optimisme.
Senada dengan sang pelatih kepala, Asisten Pelatih Panji juga membakar semangat para pemain agar menjadikan kekalahan ini sebagai bahan pecutan mental.
”Kalian harus berubah jauh lebih baik dari hari ini! Jangan pernah menyerah, terus latihan dan petik pelajaran dari setiap laga,” kata Panji.
Kapten Sakha Fatih Ngamuk, Sabet Gelar Pemain Terbaik (MVP)
Di balik kekalahan tim, penampilan individu kapten Phoenix-G Putra KU 14, Sakha Fatih Albachtiar, sukses mencuri perhatian penonton. Pemain bertalenta ini kembali dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) alias pemain terbaik dalam turnamen tersebut.
Gelar MVP ini menjadi pelipur lara sekaligus bukti tajamnya permainan sang kapten di atas lapangan. Penghargaan ini digadang-gadang bakal menjadi modal berharga untuk mendongkrak performa tim pada kompetisi selanjutnya.
Orang Tua Minta Pemain Genjot Fisik: Jangan Kendor!
Dukungan tak kalah membara datang dari barisan orang tua pemain. Om Jams, perwakilan orang tua, mewanti-wanti para pemain muda agar tak kendor dan terus menggembleng fisik secara rutin.
”Latihan fisik tiap hari! Supaya ke depan stamina dan fisik kalian tetap bugar dan sanggup main ngotot di setiap laga,” pesan Om Jams.
Meski hanya meraih posisi kedua di Sniper Elite Tournament, berbekal predikat MVP Sakha Fatih dan lecutan motivasi jajaran pelatih serta orang tua, Phoenix-G Depok kini siap berbenah. Target mereka cuma satu: menggeber latihan, menambal kelemahan, dan menyapu bersih trofi juara satu pada September mendatang (Yopi)







































































