BANGKA | POSKOTA.net — Dugaan peredaran 1.500 ton timah balok milik PT Sinergi Maju Bersama (SMB) menuai sorotan warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Masyarakat mempertanyakan asal-usul komoditas tersebut karena aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) milik perusahaan dinilai jarang beroperasi.
Amin, salah seorang warga Desa Permis, menuturkan bahwa minimnya operasional KIP memicu spekulasi terkait sumber bahan baku yang dikuasai perusahaan.
“Yang kami pertanyakan sederhana, kalau KIP PT SMB jarang beroperasi, 1.500 ton timah balok itu berasal dari mana?” ujar Amin, Kamis (27/8/2026).
Menurut Amin, informasi yang beredar di masyarakat mengindikasikan bahwa sekitar 90 persen atau sekitar 1.350 ton dari total material tersebut diduga berasal dari aktivitas penambangan ilegal di kawasan perairan dan daratan Simpang Rimba, termasuk dugaan pengambilan pasir timah di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk.
Warga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menelusuri seluruh rantai pasok material tersebut, mulai dari penambangan, pengangkutan, hingga proses peleburan menjadi timah balok. Hal ini menguat seiring beredarnya kabar bahwa timah balok tersebut rencananya akan dikirim ke PT Mitra Graha Raya (MGR).
”Kalau memang semuanya legal, tentu tidak sulit menjelaskan asal-usulnya. Ada dokumen, ada sumber tambang, ada data produksi, dan ada catatan pengangkutan. Jangan hanya dilihat timah baloknya sudah jadi, yang penting dari mana pasir timahnya diperoleh,” tegas Amin.
Masyarakat berharap pihak berwenang melakukan audit menyeluruh terhadap dokumen produksi dan tata niaga PT SMB guna memastikan transparansi serta legalitas operasional perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari Direktur PT Sinergi Maju Bersama (SMB), Senja Nirwana, terkait tudingan warga mengenai dugaan penggunaan pasir timah ilegal dan alur pengiriman barang tersebut.(yopi)







































































