Serpong PosKota Net
BSD Serpong, Sabtu, 22 Agustus 2026 Kedatangan petugas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NBP 12 ke Pasar Bumdes Pagedangan, BSD Serpong, menjadi perhatian warga dan pedagang. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memberikan literasi keuangan kepada para pedagang tradisional, sekaligus memperkenalkan sejumlah produk perbankan.
Dalam pertemuan dengan awak media, pihak BPR NBP 12 menjelaskan bahwa masih banyak pedagang yang menghadapi persoalan arus kas, terutama ketika masa sewa kios atau lapak berakhir. Minimnya kebiasaan menabung membuat sebagian pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan usaha maupun memperpanjang sewa tempat berdagang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di kalangan pedagang pasar masih perlu mendapat perhatian serius. Pendapatan harian yang langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan modal usaha sering kali tidak disertai perencanaan keuangan yang baik. Akibatnya, pedagang rentan mengalami kesulitan ketika menghadapi kebutuhan mendadak.
BPR NBP 12 mendorong para pedagang untuk mulai menata keuangan melalui kebiasaan menabung secara rutin. Selain tabungan, petugas juga memperkenalkan produk deposito serta program gebyar tabungan berhadiah yang pengundiannya dilakukan dua kali dalam setahun, dengan hadiah berupa mobil, sepeda motor, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Petugas yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Marojahan Very selaku Kepala Bagian Marketing, Yushika Rahmawati selaku Kepala Kantor Kas, serta sejumlah personel marketing BPR NBP 12. Sebelum kegiatan berlangsung, pihak bank telah berkoordinasi dengan pengelola Pasar Bumdes Pagedangan dan mendapat sambutan positif dari para pedagang.
Namun, literasi keuangan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi dan pengenalan produk perbankan. Para pedagang juga perlu mendapatkan penjelasan yang terbuka mengenai biaya administrasi, ketentuan penarikan, risiko, serta mekanisme program hadiah agar tidak sekadar tertarik pada promosi. Edukasi harus diarahkan pada kebutuhan pedagang, bukan hanya pada pencapaian target pemasaran bank.
Salah seorang pedagang sayur, Joni, mengaku kegiatan tersebut bermanfaat bagi para pedagang. “Kedatangan petugas perbankan ini sangat membantu, terutama dalam memahami cara mengelola keuangan usaha,” ujarnya. Meski demikian, keberlanjutan pendampingan dan pengawasan tetap diperlukan agar literasi keuangan benar-benar membantu pedagang membangun cadangan dana, menjaga arus kas, dan meningkatkan kesejahteraan, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial.
F015







































































