DEPOK, POSKOTA.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok mendapat respons positif dari masyarakat. Hasil survei terbaru Lembaga Survei Depok Independent (LSDI) mencatat tingkat dukungan mencapai 79,5 persen, dengan kelompok ibu rumah tangga atau yang akrab disapa “emak-emak” menjadi penyumbang suara terbesar yang meminta program ini terus dilanjutkan.
Direktur Eksekutif LSDI, Mohammad Khalilou Fadiga, menjelaskan bahwa survei dilakukan pada 9-23 Juni 2026 dengan melibatkan 1.000 responden di 11 kecamatan. Dari total responden, sebanyak 795 orang atau 79,5 persen menyatakan setuju MBG dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak dan meringankan beban ekonomi keluarga.
“Mayoritas warga menilai program ini memiliki nilai manfaat besar, baik dari sisi gizi maupun ekonomi. Angka 79,5 persen ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap kebijakan tersebut masih sangat tinggi,” ujar Fadiga di Tapos, Kamis (25/6/2026).
Emak-emak Jadi Basis Dukungan Terkuat
Analisis demografi mengungkap fakta menarik: dukungan terhadap MBG didominasi oleh perempuan. Dari 795 responden yang setuju, 62 persen di antaranya adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 38 persen. Sebaliknya, dari 102 responden yang menolak, 69 persen berasal dari kelompok laki-laki.
Fadiga menyebut fenomena ini sebagai cerminan peran sentral ibu dalam mengurus kebutuhan gizi keluarga. “Emak-emak merasakan langsung dampak program ini di meja makan. Mereka yang paling memahami bagaimana MBG membantu memenuhi asupan nutrisi anak-anak sekaligus mengurangi pengeluaran harian,” jelasnya.
Meski dukungan tinggi, survei juga mencatat ruang perbaikan. Sebanyak 55 persen pendukung mengaku “sangat puas”, namun 45 persen lainnya menilai masih ada aspek yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan program.
Polling Pelajar Dimulai Akhir Juli
LSDI berencana memperluas cakupan survei dengan melibatkan pelajar SD hingga SMA sebagai penerima manfaat langsung. Polling khusus siswa dijadwalkan dimulai akhir Juli 2026, setelah masa libur sekolah berakhir.
“Kami ingin mendengar langsung dari siswa bagaimana mereka merasakan manfaat MBG dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting untuk evaluasi yang lebih komprehensif,” tambah Fadiga.
Hasil survei ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan sesaat, melainkan kebijakan yang telah mengakar di tengah masyarakat Depok. Dukungan masif dari emak-emak menjadi modal sosial kuat bagi pemerintah untuk terus menyempurnakan program demi kesejahteraan generasi muda.







































































