KPK umumkan dan tahan tersangka ke-18 dan ke-19 kasus DJKA Kemenhub

BACA BERITA

“Setelah dilakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan, serta berdasarkan kecukupan alat bukti, KPK kemudian menetapkan dan melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka, yaitu EKW dan MHC,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Asep menjelaskan EKW merupakan pihak swasta, sementara MHC adalah aparatur sipil negara (ASN) pada Direktorat Keselamatan Perkeretaapian DJKA Kemenhub sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Medan, Sumatera Utara, pada tahun 2021-Mei 2024.

Sementara itu, dia mengatakan kedua tersangka selanjutnya ditahan untuk 20 hari pertama, yakni sejak 1-20 Desember 2025, di Cabang Rumah Tahanan Negara dari Rutan Kelas I Jakarta Timur.

“Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua tersangka tersebut adalah Komisaris PT Tri Tirta Permata Eddy Kurniawan Winarto (EKW), dan ASN Kemenhub Muhlis Hanggani Capah (MHC).

Sebelumnya, kasus tersebut terkuak berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub.

Saat ini, BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.

KPK lantas menetapkan 10 orang tersangka yang langsung ditahan terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Setelah beberapa waktu atau hingga 12 Agustus 2025, KPK telah menetapkan sebanyak 17 tersangka. KPK juga telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka kasus tersebut.

Mereka adalah Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma Muchamad Hikmat, Direktur Utama PT KA Properti Manajemen Yoseph Ibrahim, VP PT KAPM Parjono, dan Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub Harno Trimadi.

Kemudian Kepala BTP Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya, PPK BTP Jawa Bagian Tengah Bernard Hasibuan, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jawa Bagian Barat Syntho Pirjani.

Berikutnya, Direktur PT Bhakti Karya Utama Asta Danika, Direktur PT Putra Kharisma Sejahtera Zulfikar Fahmi, PPK DJKA Kemenhub untuk proyek Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya Yofi Okatrisza.

Lalu, tiga orang Ketua Kelompok Kerja Kemenhub Hardho, Edi Purnomo, dan Budi Prasetyo, serta Ketua Pokja untuk proyek Pembangunan Jalur Ganda Solo Balapan-Kadipiro Risna Sutriyanto.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.

Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender.

(Ant)

ADVERTISEMENT

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HARTA KESAYANGAN TUHAN

HARTA KESAYANGAN TUHAN

Renungan Pagi (Ps. Yudistira.DN) 📖 Keluaran 19:5 (TB) "Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka ...

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan

Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. Sabar sering kali ...

JANGAN KEHILANGAN KASIH YANG SEMULA

JANGAN KEHILANGAN KASIH YANG SEMULA

(Ps. Yudistira.DN) 📖 Wahyu 2:4 (TB) “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Ada hal ...

KETIKA MENGERTI BELUM BERARTI PULIH

KETIKA MENGERTI BELUM BERARTI PULIH

(rt / rgy) Sebuah rumah pernah bocor saat hujan deras. Atapnya kemudian diperbaiki dan bagian yang rusak diganti. Setelah itu, ...

Jangan-Jangan Kita Sedang Salah Mengukur Hidup

Jangan-Jangan Kita Sedang Salah Mengukur Hidup

TANGERANG ------ Gunung tidak iri pada laut. Laut tidak iri pada langit. Masing-masing memiliki tempat, bentuk, dan keindahannya sendiri. Gunung ...

Tidak Ada Satupun keadaan dalam hidup kita yang luput dari perhatian-Nya.

Tidak Ada Satupun keadaan dalam hidup kita yang luput dari perhatian-Nya.

Amsal 15:3 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Mata Tuhan ada di segala tempat. ...

Kepahitan Mengacaukan Kedamaian

Kepahitan Mengacaukan Kedamaian

Renungan Senin,27 Juli 2026 Oleh : Pdt. Dr. Philip S Buulolo Ibrani 12 : 14 - 15 “ Berusahalah hidup ...

INFO KESEHATAN

HOT SELEB NEWS

PORTAL MILITER

BERITA MABES POLRI

POLDA METRO JAYA

POLDA BANTEN

POLDA JABAR

POLDA SUMUT

ARTIKER ROHAMI

INFO POLSEK

UPDATE ORMAS DAN LSM

BEITA OLAHRAGA

No Content Available
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT