Tangsel PosKota Net
Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pengguna jalan di Jalan Insiyur HJ Juanda, Tangerang Selatan, terutama di kawasan Ciputat, kembali merasa kebingungan akibat banyaknya pemasangan pembatas jalan atau road barrier. Pemasangan pembatas yang berlebihan tersebut menyebabkan para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kesulitan melakukan putar balik. Kondisi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada saat hujan dan jam-jam padat lalu lintas.
Seorang sopir box bernama Bapak Narso mengungkapkan kekesalannya atas situasi tersebut. Menurut beliau, pembatas jalan yang dipasang seharusnya tidak perlu sebanyak ini karena justru menyulitkan pengemudi untuk melakukan manuver putar balik. “Putar baliknya sangat jauh dan memakan waktu, apalagi kalau hujan, membuat perjalanan jadi semakin sulit dan membingungkan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Tidak hanya sopir professional seperti Bapak Narso, pengguna jalan yang baru pertama kali melintas di Jalan Insiyur HJ Juanda juga pasti mengalami kebingungan. Tanpa adanya rambu-rambu yang jelas, mereka dibuat bingung harus berputar balik di mana dan bagaimana caranya. Kondisi ini berpotensi memicu kemacetan yang semakin parah di jalur utama Ciputat, terlebih jika hujan turun deras.
Para pengendara motor pun mengeluhkan keberadaan pembatas jalan ini. Banyak dari mereka merasa jalan menjadi kaku dan sulit untuk bermanuver, terutama ketika hendak mencari titik putar balik terdekat. Optimalisasi jumlah pembatas yang ada seharusnya diperhatikan agar tidak terlalu menyulitkan pergerakan kendaraan di jalan tersebut.
Masalah kemacetan parah di Jalan Insiyur HJ Juanda memang sudah sering terjadi, apalagi saat musim hujan. Kondisi jalan yang licin ditambah dengan jarak putar balik yang jauh akibat pembatas berlebihan semakin memperparah antrian kendaraan. Kecepatan arus lalu lintas pun semakin menurun drastis, mengganggu mobilitas masyarakat di wilayah Tangerang Selatan.
Namun, harapan terbesar dari para pengguna jalan adalah adanya pemasangan rambu lalu lintas yang jelas dan informatif di sepanjang jalan tersebut. Dengan adanya rambu yang cukup, baik untuk arah putar balik maupun peringatan pembatas jalan, pengguna jalan bisa lebih mudah memahami kondisi jalur dan mengambil keputusan secara tepat tanpa kebingungan.
Selain itu, pihak terkait diharapkan dapat mengevaluasi dan mengurangi jumlah pembatas jalan agar pengguna dapat lebih leluasa bermanuver. Penambahan tempat putar balik yang strategis juga sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan, terutama di jam sibuk. Dengan demikian, Jalan Insiyur HJ Juanda bisa menjadi jalur yang lebih nyaman dan aman bagi semua pengendara.
(Fo15)







































































