JAKARTA | POSKOTA.net – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Nasional (Rakornas-Bimtek) Desk Rekrutmen Anggota selama dua hari. Forum yang diikuti perwakilan wilayah/provinsi se-Indonesia ini menjadi bagian dari strategi memperkuat organisasi sekaligus memperluas partisipasi politik generasi muda (05/10).
Ketua Desk Rekrutmen Anggota DPP Partai Gelora Indonesia, Triwisaksana, mengatakan rekrutmen anggota menjadi agenda penting untuk membangun basis organisasi yang lebih kuat di seluruh Indonesia.
“Rakornas ini bukan hanya forum koordinasi rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat langkah dalam membangun dan memperluas basis keanggotaan Partai Gelora di seluruh Indonesia,” ujar Triwisaksana.
Dalam pelaksanaannya, Desk Rekrutmen Anggota membagi wilayah kerja monitoring ke dalam empat regional. Pembagian tersebut meliputi Sumatera, Javanusa yang mencakup Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalisula yang mencakup Kalimantan dan Sulawesi, serta Maluku dan Papua.
Setiap regional akan mendapatkan pendampingan dari tim monitoring tingkat pusat. Skema ini dirancang untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan strategi rekrutmen dapat berjalan lebih terarah di masing-masing wilayah.
*Bidik Generasi Z*
Di tengah agenda penguatan organisasi tersebut, Gelora menempatkan generasi Z sebagai salah satu sasaran utama rekrutmen. Pendekatannya tidak sekadar menambah jumlah anggota, tetapi mendorong anak muda agar memahami politik dan mengambil peran dalam ruang publik.
Gelora menyiapkan program yang diarahkan untuk membentuk generasi muda menjadi aktivis sekaligus influencer yang mampu membangun opini positif mengenai partisipasi politik.
Program tersebut berangkat dari pandangan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan membaca persoalan politik, termasuk dinamika geopolitik global yang dapat berdampak terhadap Indonesia.
Perubahan situasi geopolitik dunia, misalnya, dapat berpengaruh terhadap harga energi, perdagangan, investasi hingga kondisi ekonomi nasional. Karena itu, literasi politik dan kemampuan memahami perkembangan global dinilai penting bagi generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, keterlibatan Gen Z dalam politik tidak hanya diarahkan pada aktivitas kepartaian, tetapi juga pada kemampuan menyikapi berbagai persoalan publik secara kritis dan konstruktif.
*Politik dan Masa Depan Generasi Muda*
Gelora menilai rendahnya partisipasi atau ketertarikan anak muda terhadap politik dapat menjadi persoalan tersendiri. Sebab, berbagai keputusan politik hari ini pada akhirnya turut menentukan kondisi sosial dan ekonomi yang akan dihadapi generasi muda di masa depan.
Karena itu, rekrutmen anggota diposisikan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan politik secara lebih luas kepada generasi muda, sekaligus mendorong mereka menjadi bagian dari proses demokrasi.
Rakornas tersebut juga menjadi forum konsolidasi jajaran Desk Rekrutmen Anggota pusat dengan perwakilan wilayah. Sejumlah pimpinan Partai Gelora dijadwalkan memberikan pengarahan, termasuk Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara, Ketua Harian, Ketua DPP, Koordinator Pelaksana Harian, serta para ketua pemenangan teritori.
Melalui konsolidasi tersebut, Gelora menargetkan strategi rekrutmen anggota dapat berjalan lebih terkoordinasi di seluruh Indonesia, dengan generasi muda menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian utama.(Nyo)







































































