Jatim PosKota Net
21 Juni 2026 RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat melalui penerapan sistem digital. Digitalisasi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi rumah sakit tipe B tersebut untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada seluruh pasien, baik yang menggunakan BPJS maupun pasien mandiri.
Menurut Direktur RSUDMA, dr. Erliyanti M.Kes., penerapan sistem digital telah memberikan dampak signifikan dalam mengurangi antrian panjang yang kerap menjadi keluhan di berbagai fasilitas kesehatan. Dengan adanya teknologi canggih tersebut, proses pendaftaran dan pelayanan bisa berjalan lebih efisien sehingga pasien tidak perlu menunggu lama.
“Semua pasien tanpa terkecuali mendapat pelayanan yang sama baiknya. Baik pasien BPJS maupun pasien mandiri dilayani dengan profesional dan cepat,” ungkap dr. Erliyanti. Hal ini menjadikan RSUDMA sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah Madura Timur.
Keberhasilan digitalisasi sistem pelayanan juga turut meningkatkan rasa puas pasien setelah menjalani perawatan. Pasien merasa lebih dihargai karena mendapatkan layanan yang nyaman dan tidak melelahkan. Ini tentunya menjadi nilai tambah bagi RSUDMA dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Sebagai rumah sakit tipe B, RSUDMA Sumenep memiliki peran penting sebagai pusat rujukan di wilayah Madura Timur. Dengan sistem pelayanan yang semakin prima dan maksimal, pasien tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan jauh-jauh ke luar daerah. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat, terutama yang tinggal di pulau-pulau terpencil.
Ke depan, RSUDMA berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kenyamanan pelayanan melalui pengembangan sistem digital yang lebih canggih dan responsif. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan rumah sakit semakin dipercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat Sumenep.
“Visi kami adalah memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, cepat, dan akurat sehingga RSUDMA benar-benar menjadi rumah sakit kebanggaan yang ada di hati masyarakat baik di daratan maupun kepulauan,” tutup dr. Erliyanti dengan penuh optimisme.
(Liputan Jatim)







































































